IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI

Proceeding of ICoPISProceeding of ICoPIS

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan antara Artificial Intelligence (AI) dan tradisi Pondok Pesantren. Kemajuan teknologi telah menyasar ke seluruh kehidupan manusia dan telah mengubah bentuk dunia, begitupula dalam ranah Pondok Pesantren, Munculnya gagasan penggunaan Artificial Intelligence digunakan sebagai alat untuk mendiskusikan tentang kesiapan dari Pondok Pesantren dalam rangka mengadopsi suatu pembelajaran sekaligus menghadapi tantangan dalam menjaga nilai-nilai dan tradisi Pondok Pesantren. Penelitian ini berfokus pada analisis tradisi Pondok Pesantren dalam mengadopsi penggunaan Artificial Intelligence. Penelitian menggunakan metode normatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Pendekatan ini digunakan untuk dapat mengkaji serta menganalisa data berdasarkan bahan kepustakaan. Sehingga dapat ditemukan hasil bahwa penggunaan dari teknologi Artificial Intelligence memiliki peluang dan tantangan dalam ranah kehidupan khususnya jika diterapkan pada ranah Pesantren. Artificial Intelligence sebagai fenomena modern tidak terbebas dari beragam kesempatan maupun tantangan dalam kehidupan, sehingga lahirnya Artificial Intelligence perlu diadobsi dalam lingkup Pesantren dengan tetap berpedoman pada kebudayaan Pesantren.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren merespons perkembangan teknologi Artificial Intelligence dengan tiga cara.merespons secara terbuka, dengan batasan tertentu, atau secara tertutup.Artificial Intelligence dapat digunakan sebagai alat untuk pembelajaran digital, membantu proses administrasi, dan menganalisis data pendidikan.Namun, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan seperti potensi ketidaksesuaian dengan nilai-nilai agama, berkurangnya interaksi manusia, dan risiko kehilangan identitas sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai agama.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih mendalam bagaimana Pondok Pesantren dapat mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisionalnya. Selain itu, penting untuk mengembangkan model pembelajaran yang memanfaatkan AI secara optimal, sambil tetap mempertahankan interaksi manusia dalam proses pendidikan. Studi lebih lanjut juga diperlukan untuk mengidentifikasi strategi efektif dalam memitigasi risiko penggunaan AI, seperti pembatasan konten yang tidak sesuai dengan nilai agama dan peningkatan literasi teknologi bagi para santri dan pengajar.

  1. Pertanika Journal. pertanika journal science technology issn home articles issues regular issue special... doi.org/10.47836/pjst.30.2.16Pertanika Journal pertanika journal science technology issn home articles issues regular issue special doi 10 47836 pjst 30 2 16
  2. Artificial Intelligence: Implementation in Legal Services (Comparative Study on China, United Stated... doi.org/10.46254/AP03.20220354Artificial Intelligence Implementation in Legal Services Comparative Study on China United Stated doi 10 46254 AP03 20220354
  1. #kesetaraan gender#kesetaraan gender
  2. #peran perempuan#peran perempuan
Read online
File size320.18 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2R1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test