AKRABJUARAAKRABJUARA

Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial

Metafora konseptual merepresentasikan cara penutur berpikir, berbicara dan berperilaku. Meskipun kerap diasosiasikan sebagai peranti retoris karya sastra, konsep metafora sebagai inovasi bahasa menelisik masuk ke dalam ekspresi bahasa guna mewakili setiap pengalaman hidup penuturnya. Dalam wacana retorika politik, metafora diargumentasikan menjadi peranti persuasif efektif untuk menarik perhatian masyarakat dan para aktor politik. Metafora diproduksi dan digunakan sangat natural sehingga nyaris tidak dapat dirasakan bahwa ekspresi tersebut adalah ekspresi metafora. Pertanyaan yang mengusik pada kasus ini adalah bagaimana metafora dapat diproduksi dengan begitu naturalnya, menanggapi isu tersebut tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mekanisme kognitif metafora konseptual yang menjadi dasar metafora linguistik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif analisis. Data dikumpulkan dengan teknik Baca, Simak dan Catat (BSC) pada konteks pemilihan kepala daerah, kemudian dianalisis dengan teknik distribusi deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diinterpretasikan sebagai metafora yang distrukturisasi melalui proses struktural, orientasional, dan ontologis.

Metafora konseptual dalam wacana retorika politik diinterpretasikan melalui proses struktural, orientasional, dan ontologis, yang memungkinkan politisi menyusun sudut pandang secara linear dan persuasif.Kombinasi metafora struktural, orientasional, dan ontologis membentuk sistematisasi bahasa yang dapat mengatasi atau mempertahankan substansi konsep metafora dalam topik politik.Penelitian lanjutan disarankan untuk memfokuskan pada pengalaman konseptual guna memperkuat fungsi metafora ontologis dalam ekspresi politik.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana metafora konseptual berkembang dan bertransformasi dalam berbagai peristiwa politik di Indonesia, misalnya selama pemilihan umum atau gerakan protes, untuk mengidentifikasi pola‑pola baru yang muncul. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang menguji pengaruh metafora ontologis—seperti analogi pacuan kuda—terhadap persepsi dan keputusan pemilih, dengan mengukur perubahan sikap sebelum dan sesudah paparan metafora. Penelitian ketiga dapat menelaah interaksi antara metafora struktural dan orientasional dalam komunikasi politik digital, khususnya di platform media sosial, guna memahami bagaimana kombinasi metafora tersebut memperkuat pesan persuasif. Selain itu, analisis komparatif antara teks pidato tradisional dan postingan online dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika penggunaan metafora dalam konteks modern. Akhirnya, pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pembicara politik dapat mengungkap motivasi kognitif di balik pemilihan metafora tertentu, yang selanjutnya dapat diintegrasikan ke dalam model pedagogis untuk melatih komunikator politik.

  1. #lingkungan sekolah#lingkungan sekolah
  2. #keterampilan menulis#keterampilan menulis
Read online
File size332.14 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2Iy
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test