WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human Rights

Makalah ini mengkaji aspek normatif desentralisasi dan hukum konstitusional di Indonesia dengan menitikberatkan pada keseimbangan antara otonomi daerah dan persatuan nasional. Dengan analisis doktrinal terhadap ketentuan konstitusi, peraturan perundang‑undangan utama, serta interpretasi yudisial, dilengkapi studi kasus kualitatif, penelitian ini menelusuri bagaimana Indonesia mengelola hubungan kompleks antara pemberian wewenang kepada pemerintahan lokal dan pemeliharaan identitas nasional yang kohesif. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum menyediakan otonomi daerah yang signifikan, masih terdapat tantangan dalam penegakan hukum, penanggulangan disparitas regional, dan pencegahan fragmentasi; sehingga diperlukan pendekatan desentralisasi yang bernuansa, yang dapat mengakomodasi keberagaman regional sekaligus memperkuat persatuan nasional, termasuk rekomendasi penguatan pemerintahan lokal, distribusi sumber daya yang lebih adil, serta perbaikan kerangka hukum dan regulasi.

Kerangka konstitusional dan perundang‑undangan sejak akhir 1990‑an telah memperluas otonomi daerah, memberikan pemerintah lokal kontrol lebih besar, namun juga menimbulkan ketegangan antara otonomi dan persatuan nasional.Mahkamah Konstitusi berperan penting dalam menyeimbangkan dinamika tersebut dengan memastikan regulasi daerah sejalan dengan prinsip nasional, sementara disparitas dalam hasil pemerintahan menuntut kebijakan yang diferensial dan sensitif konteks.Oleh karena itu, kebijakan desentralisasi harus terus disempurnakan untuk menyeimbangkan otonomi regional dengan persatuan nasional, memperkuat kerangka hukum, mendukung kapasitas pemerintahan lokal, dan memupuk identitas nasional yang menyatukan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan teknologi pemerintahan digital dapat meningkatkan kapasitas administratif daerah yang lemah dalam mengimplementasikan kebijakan desentralisasi, sehingga memperkecil kesenjangan layanan publik. Selain itu, analisis komparatif antara provinsi dengan kapasitas fiskal tinggi dan rendah dapat mengungkap faktor-faktor kunci yang menentukan efektivitas desentralisasi fiskal, memberikan dasar bagi perancangan kebijakan alokasi anggaran yang lebih adil. Selanjutnya, studi tentang dampak program pendidikan kewarganegaraan yang disesuaikan secara budaya terhadap pembentukan identitas nasional di wilayah otonom dapat memperkuat rasa kebangsaan tanpa mengorbankan keberagaman lokal, yang pada gilirannya mendukung keseimbangan antara otonomi regional dan persatuan nasional.

  1. Decentralization and its impact on improving public services | International journal of social sciences.... doi.org/10.21744/ijss.v7n2.2278Decentralization and its impact on improving public services International journal of social sciences doi 10 21744 ijss v7n2 2278
  1. #otonomi daerah#otonomi daerah
  2. #tiktok shop#tiktok shop
Read online
File size330.8 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2fa
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test