UNSRATUNSRAT

ACCOUNTABILITYACCOUNTABILITY

Penyerapan anggaran merupakan elemen penting dalam manajemen keuangan pemerintah, baik pusat maupun daerah, karena tingkat penyerapan dapat menjadi indikator komitmen aparatur dalam mengelola anggaran sesuai rencana. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kepulauan Talaud dengan tujuan menganalisis pengaruh perencanaan, kapasitas sumber daya manusia, dan komitmen organisasi terhadap tingkat penyerapan anggaran daerah, baik secara simultan maupun parsial. Menggunakan tiga variabel independen (Perencanaan, Kapasitas Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi) dan satu variabel dependen (Penyerapan Anggaran), data dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan, kapasitas sumber daya manusia, dan komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap penyerapan anggaran, namun hanya perencanaan yang berpengaruh signifikan secara parsial, sementara kapasitas SDM dan komitmen organisasi tidak signifikan secara statistik.

Perencanaan anggaran secara signifikan dan positif mempengaruhi penyerapan anggaran daerah di Kabupaten Kepulauan Talaud.Kapasitas sumber daya manusia dan komitmen organisasi juga menunjukkan pengaruh positif, namun tidak signifikan secara statistik.Secara keseluruhan, ketiga variabel secara bersama‑sama berpengaruh terhadap tingkat penyerapan anggaran, sehingga peningkatan kapasitas SDM dan komitmen organisasi tetap diperlukan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana penerapan metode campuran kuantitatif‑kualitatif dapat memperjelas mekanisme hubungan antara perencanaan anggaran dan penyerapan anggaran di Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan cara menggabungkan analisis regresi dan wawancara mendalam kepada pejabat keuangan serta staf terkait, sehingga hasil kuantitatif dapat diperkaya dengan perspektif kontekstual yang lebih mendalam. Selanjutnya, studi longitudinal yang memfokuskan satu tahun anggaran tertentu dapat mengevaluasi dinamika perubahan kapasitas sumber daya manusia dan komitmen organisasi sepanjang siklus anggaran, memungkinkan identifikasi faktor‑faktor temporal yang mempengaruhi efektivitas penyerapan serta memberikan gambaran tentang bagaimana intervensi kebijakan dapat disesuaikan pada tiap fase perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Terakhir, penambahan variabel eksternal seperti tingkat digitalisasi layanan keuangan daerah, kualitas pengawasan internal, atau tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan dapat diuji secara empiris untuk mengetahui kontribusinya terhadap peningkatan penyerapan anggaran, sehingga memberikan pandangan yang lebih komprehensif bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja keuangan daerah.

Read online
File size161.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test