USIUSI
Jurnal Regional PlanningJurnal Regional PlanningPermasalahan pengelolaan sampah di Kota Pematang Siantar semakin kompleks seiring meningkatnya timbulan harian yang mencapai lebih dari 100 ton. Program Zero Waste yang dicanangkan pemerintah belum berjalan optimal akibat keterbatasan regulasi, infrastruktur, serta rendahnya partisipasi implementasi Zero Waste, masyarakat. Penelitian mengidentifikasi peluang integrasi prinsip ekonomi hijau, serta merumuskan strategi kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen pendukung. Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Pematang Siantar masih bersifat parsial, belum terintegrasi, dan dominan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir tanpa proses pemilahan. Meski demikian, terdapat potensi signifikan untuk menciptakan lapangan kerja hijau, menambah nilai ekonomi melalui daur ulang dan pengomposan, serta mendorong pertumbuhan lokal berbasis circular economy. Rekomendasi kebijakan mencakup penyusunan regulasi daerah terkait Zero Waste, penguatan koordinasi kelembagaan, pembangunan infrastruktur pengolahan berbasis komunitas, pemberian insentif bagi pelaku usaha hijau, dan kampanye edukasi publik yang masif. Integrasi konsisten antara Zero Waste dan prinsip ekonomi hijau diharapkan mampu menjadikan Kota Pematang Siantar sebagai model kota menengah dengan sistem pengelolaan sampah yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan ramah lingkungan di Indonesia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program Zero Waste di Kota Pematang Siantar masih menghadapi tantangan signifikan pada aspek kelembagaan, infrastruktur, dan partisipasi masyarakat, termasuk kurangnya regulasi, fasilitas pengolahan terbatas, dan rendahnya kesadaran memilah sampah.Namun terdapat potensi besar untuk mengintegrasikan konsep ekonomi hijau, yang dapat menciptakan lapangan kerja hijau melalui daur ulang dan pengomposan serta meningkatkan nilai tambah ekonomi dari sampah.Oleh karena itu, kebijakan insentif dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan diperlukan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku usaha.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas model pemilahan sampah berbasis komunitas yang menggunakan platform digital di kota menengah seperti Pematang Siantar, dengan mengkaji bagaimana adopsi aplikasi mobile untuk pemilahan sampah memengaruhi tingkat partisipasi dan kualitas pemilahan rumah tangga. Selanjutnya, evaluasi kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari skala besar fasilitas kompos terdesentralisasi yang terintegrasi dengan pertanian lokal dapat dilakukan, meneliti analisis biaya-manfaat serta pengurangan emisi gas rumah kaca ketika unit kompos komunitas menyediakan pupuk organik bagi lahan pertanian sekitar. Selain itu, analisis jalur implementasi kebijakan regulasi zero‑waste lokal perlu difokuskan pada mekanisme insentif bagi usaha kecil, untuk mengetahui jenis insentif fiskal atau non‑fiskal mana yang paling efektif dalam merangsang kewirausahaan hijau dan kepatuhan dalam pengelolaan sampah.
| File size | 227.23 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTAGUNTAG Keluarga memainkan peran utama dalam pemenuhan hak anak, termasuk hak partisipasi. Dengan terpenuhinya hak anak, adapun manfaat yang diperoleh yaitu meningkatkanKeluarga memainkan peran utama dalam pemenuhan hak anak, termasuk hak partisipasi. Dengan terpenuhinya hak anak, adapun manfaat yang diperoleh yaitu meningkatkan
ILMUBERSAMAILMUBERSAMA Hasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan rekomendasi yang cukup sesuai dengan preferensi pengguna. Berdasarkan hasil dari penelitian dan implementasiHasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan rekomendasi yang cukup sesuai dengan preferensi pengguna. Berdasarkan hasil dari penelitian dan implementasi
USIUSI Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan tahapan observasi lapangan, pemetaan, serta diskusi kelompok masyarakat. AnalisisMetode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan tahapan observasi lapangan, pemetaan, serta diskusi kelompok masyarakat. Analisis
JOMPARNDJOMPARND Untuk mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi, konsep 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi solusi yang relevan. SampahUntuk mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi, konsep 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi solusi yang relevan. Sampah
UNSERAUNSERA Berdasarkan berbagai temuan di atas, disimpulkan bahwa metode komposting dapat tidak hanya memberikan solusi konkret terhadap permasalahan sampah organik,Berdasarkan berbagai temuan di atas, disimpulkan bahwa metode komposting dapat tidak hanya memberikan solusi konkret terhadap permasalahan sampah organik,
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Aspek selanjutnya Kontribusi masyarakat mengenai pengelolaan sampah sangat tinggi dengan frekuensi 50,0%. Hal ini disebabkan sudah adanya pencemaran udaraAspek selanjutnya Kontribusi masyarakat mengenai pengelolaan sampah sangat tinggi dengan frekuensi 50,0%. Hal ini disebabkan sudah adanya pencemaran udara
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Data menunjukkan bahwa sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 21,88 juta ton, dengan sampah di Tangerang mencapai 534.313 ton pada tahun 2020. PenangananData menunjukkan bahwa sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 21,88 juta ton, dengan sampah di Tangerang mencapai 534.313 ton pada tahun 2020. Penanganan
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Penelitian ini juga menemukan bahwa 93% atau 13 orang penderita dari 14 peminum kopi dan hanya 7% saja yang tidak meminum kopi. Hasil penelitian ini menunjukanPenelitian ini juga menemukan bahwa 93% atau 13 orang penderita dari 14 peminum kopi dan hanya 7% saja yang tidak meminum kopi. Hasil penelitian ini menunjukan
Useful /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Literasi ekologis menjadi konsep penting yang membantu siswa memahami, menghargai, dan bertindak terhadap isu-isu lingkungan. Literasi ekologis mencakupLiterasi ekologis menjadi konsep penting yang membantu siswa memahami, menghargai, dan bertindak terhadap isu-isu lingkungan. Literasi ekologis mencakup
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta dalam menjamin hak pekerjaan dan penghidupan yangHasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta dalam menjamin hak pekerjaan dan penghidupan yang
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara karakteristik dan pengetahuan tentang hipertensi dalam kehamilan dengan perilaku pencegahan komplikasi.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara karakteristik dan pengetahuan tentang hipertensi dalam kehamilan dengan perilaku pencegahan komplikasi.
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Log P menunjukkan nilai hidrofobisitas dimana jika nilai Log P besar maka senyawa tersebut lebih tidak larut dalam pelarut polar. Senyawa gamma-mangostinLog P menunjukkan nilai hidrofobisitas dimana jika nilai Log P besar maka senyawa tersebut lebih tidak larut dalam pelarut polar. Senyawa gamma-mangostin