UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Pemenuhan partisipasi anak di NTT masih sangat rendah penerapannya. Anak hanya dijadikan objek manipulasi, dekorasi (hiasan), dan simbol dalam suatu proses pengambilan keputusan. Masalah ini menjadi penting untuk diteliti karena hak partisipasi anak yang tidak terpenuhi maksimal akan menghambat tumbuh kembang anak dalam aspek kepercayaan diri, keterampilan berkomunikasi, dan perkembangan sosial. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peran orangtua dalam pemenuhan hak partisipasi anak. Subjek penelitian berjumlah 15 orang yang terdiri dari 8 anak yang berusia dibawah 18 tahun, 3 fasilitator dewasa, dan 4 orangtua. Sumber data dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak beranggapan bahwa keluarga belum secara maksimal memenuhi hak partisipasi anak. Banyak keputusan yang dilakukan secara sepihak oleh orangtua, tanpa mendengarkan pendapat anak terlebih dahulu. Dalam konteks masyarakat NTT yang memiliki budaya patriarki dan cara mendidik anak yang cenderung otoriter. Pendapat anak sering tidak dianggap, dan pendapat orang dewasa yang paling tepat dan benar.

Keluarga memainkan peran utama dalam pemenuhan hak anak, termasuk hak partisipasi.Dengan terpenuhinya hak anak, adapun manfaat yang diperoleh yaitu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan dalam berkomunikasi serta berbicara di depan umum.Melihat faktor penyebab kurang terpenuhinya hak partisipasi anak dalam keluarga yang terdiri atas faktor individu dan lingkungan, maka perlu dilakukan program intervensi yang dapat dilakukan oleh para psikolog dan ilmuwan psikolog untuk lebih banyak berfokus pada mengatasi faktor individu.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kuantitatif untuk mengukur secara lebih luas tingkat pemenuhan hak partisipasi anak di berbagai wilayah di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosio-kultural yang mempengaruhinya. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengalaman anak dalam berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di keluarga, serta bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi perkembangan psikologis mereka. Ketiga, pengembangan program intervensi berbasis komunitas yang melibatkan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam mendukung hak partisipasi anak, serta evaluasi efektivitas program tersebut, menjadi penting untuk dilakukan. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam pemenuhan hak partisipasi anak dapat diperoleh, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif.

Read online
File size342.08 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test