UM SURABAYAUM SURABAYA

Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan mendongeng dengan menggunakan media wayang kertas. Dengan dua rumusan masalah sebagai berikut yaitu bagaimana efektivitas dan peningkatan media wayang kertas terhadap kemampuan mendongeng mahasiswa dharmasiswa. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif. Karena penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil data dengan menggunakan angka-angka sebagai representasi dari efektivitas media wayang dan Sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa dharmasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Tahun Ajaran 2017/2018 di kelas BIPA. Teknik pengumpulan data dengan cara tes berbicara mendongeng dengan menggunakan media wayang secara berkelompok dengan penilaian secara individu, setelah memperoleh data, data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Simpulan hasil penelitian menunjukan efektivitas media memperoleh nilai rata-rata sebesar 67,46 dengan kategori nilai BC (Cukup Baik). Tes kedua nilai rata-rata yang diperoleh mahasiwa darmasiswa sebesar 70,6 dengan kategori nilai B (Baik). Sedangkan, pada peningkatan penggunaan media pemerolehan nilai yang dihasilkan selalu melebihi angka yang telah ditentukan. Nilai pada pertemuan pertama mencapai 84,33 dibulatkan menjadi 85 persen. Sedangkan pertemuan kedua mencapai 88,25 dibulatkan menjadi 89 persen. artinya nilai yang diperoleh dari tes kedua diketahui lebih meningkat meskipun tes pertama nilai yang dihasilkan sudah lebih dari target.

Penelitian menunjukkan bahwa media wayang kertas efektif meningkatkan kemampuan mendongeng mahasiswa Dharmasiswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 67,46 (Cukup Baik) pada tes pertama menjadi 70,6 (Baik) pada tes kedua.Peningkatan penggunaan media ini juga sangat memuaskan, melampaui target yang ditentukan, dari 85% pada pertemuan pertama menjadi 89% pada pertemuan kedua.Hal ini menegaskan bahwa penggunaan wayang kertas secara signifikan meningkatkan keterampilan berbicara dan penguasaan bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing.

Penelitian selanjutnya bisa menyelidiki lebih dalam bagaimana media wayang kertas bisa dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mahasiswa asing. Pertama, akan menarik untuk melihat seberapa efektifnya penggunaan wayang kertas jika digabungkan dengan program belajar yang bisa menyesuaikan kebutuhan setiap mahasiswa, misalnya dengan modul yang adaptif dan memberikan bimbingan khusus bagi mereka yang masih kesulitan atau kurang termotivasi. Hal ini penting karena setiap mahasiswa memiliki kecepatan belajar dan latar belakang yang berbeda. Kedua, studi di masa depan dapat mengeksplorasi pengalaman belajar mendongeng dengan wayang kertas melalui interaksi langsung dengan masyarakat atau budayawan lokal, bukan hanya di lingkungan kelas. Ini bisa membantu memahami apakah keterlibatan langsung dalam budaya akan meningkatkan pemahaman bahasa dan apresiasi terhadap wayang secara lebih mendalam. Misalnya, meneliti bagaimana kemampuan berbahasa mereka berkembang saat berinteraksi langsung dengan dalang. Ketiga, mengingat adanya tantangan dalam praktik sehari-hari mahasiswa asing yang masih sering menggunakan bahasa ibu, perlu dikaji dampak dari program pendampingan atau buddy system dengan penutur asli bahasa Indonesia. Apakah ini bisa membantu mahasiswa lebih fasih berbicara dan mengingat kosakata baru secara lebih permanen di luar jam pelajaran resmi? Dengan begitu, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai cara terbaik untuk membantu mahasiswa asing menguasai bahasa Indonesia dengan media budaya yang menarik seperti wayang kertas.

Read online
File size94.91 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test