UYPUYP

Teknologi Pangan : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi PertanianTeknologi Pangan : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian

Teh herbal merupakan salah satu minuman fungsional yang disusun dari campuran bahan nabati kering dan dikenal memiliki manfaat kesehatan. Rambut jagung berpotensi dikembangkan sebagai teh herbal karena mengandung β-sitosterol yang berperan dalam menurunkan kolesterol serta senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan. Namun, cita rasa sepat dan aroma yang lemah menjadi keterbatasan utama, sehingga diperlukan kombinasi dengan bahan lain. Serai wangi yang kaya akan minyak atsiri beraroma segar dipilih untuk memperbaiki karakteristik sensoris sekaligus mendukung nilai fungsional teh herbal. Penelitian ini bertujuan memperoleh formulasi terbaik dari kombinasi rambut jagung dan serai wangi berdasarkan karakteristik mutu yang mengacu pada SNI 3836:2013 tentang teh kering dalam kemasan. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat variasi formulasi perbandingan rambut jagung dan sereh wangi, yaitu RS0 (100:0), RS1 (85:15), RS2 (70:30), dan RS3 (55:45). Parameter mutu yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, kadar polifenol, serta aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RS2 (70% rambut jagung : 30% serai wangi) merupakan formulasi terpilih yang memenuhi standar mutu dan berpotensi sebagai minuman fungsional alami dengan nilai kadar air 6,25%, kadar abu 4,36%, kadar serat kasar 9,34%, kadar polifenol 58,28 mg GAE/g (5,82%), dan aktivitas antioksidan 131,38 ppm.

Rasio rambut jagung dan serai wangi memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, kadar polifenol, dan aktivitas antioksidan (IC50).Perlakuan terbaik teh herbal rambut jagung dan serai wangi yaitu pada perlakuan RS2 (rasio bubuk rambut jagung 70.bubuk serai wangi 30) dengan kadar air 6,25%, kadar abu 4,36%, kadar serat kasar 9,34%, kadar polifenol 5,82% atau 58,28 mg GAE/g, dan aktivitas antioksidan (IC50) 131,38 ppm dan sudah memenuhi SNI 3836.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variasi varietas rambut jagung dan usia panen terhadap kualitas kimia dan sensoris teh herbal yang dipadukan dengan serai wangi, sehingga dapat mengidentifikasi kombinasi paling optimal untuk kandungan antioksidan dan rasa. Selanjutnya, diperlukan studi evaluasi sensori yang melibatkan panel terlatih serta survei konsumen luas untuk menilai penerimaan rasa, aroma, dan tekstur dari formulasi RS2, guna memastikan produk memenuhi preferensi pasar. Terakhir, penting untuk meneliti stabilitas jangka panjang teh herbal ini dengan menguji umur simpan, pertumbuhan mikroba, dan perubahan nilai nutrisi pada berbagai jenis kemasan dan kondisi penyimpanan, sehingga dapat memberikan rekomendasi praktis untuk komersialisasi yang aman dan berkualitas.

  1. Organoleptic and Chemical Properties of SERANGI Herbal Drink: A Blend of Lemongrass (Cymbopogon nardus... ejournal.umm.ac.id/index.php/farmasains/article/view/33968Organoleptic and Chemical Properties of SERANGI Herbal Drink A Blend of Lemongrass Cymbopogon nardus ejournal umm ac index php farmasains article view 33968
  2. Kualitas dan Aktivitas Antioksidan Seduhan Teh Rambut Jagung (Zea mays) dengan Variasi Lama Pelayuan... doi.org/10.24002/biota.v3i1.1889Kualitas dan Aktivitas Antioksidan Seduhan Teh Rambut Jagung Zea mays dengan Variasi Lama Pelayuan doi 10 24002 biota v3i1 1889
  3. MINUMAN FUNGSIONAL SERBUK INSTAN KAYA ANTIOKSIDAN DARI BAHAN NABATI | Fortin | Agrointek : Jurnal Teknologi... journal.trunojoyo.ac.id/agrointek/article/view/8977MINUMAN FUNGSIONAL SERBUK INSTAN KAYA ANTIOKSIDAN DARI BAHAN NABATI Fortin Agrointek Jurnal Teknologi journal trunojoyo ac agrointek article view 8977
Read online
File size341.2 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test