PHBPHB

Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan dengan pencarian identitas. Pada periode ini, terdapat dorongan untuk mencoba hal‑hal baru. Pernikahan dini, yaitu pernikahan pasangan berusia 19 tahun atau lebih muda, menjadi masalah serius di negara‑negara berkembang termasuk Indonesia. Dampak pernikahan dini meliputi berat lahir rendah, keguguran spontan, anemia, serta kelainan pada bayi, yang disebabkan oleh ketidaksiapan fisiologis organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap persepsi pernikahan dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross‑sectional. Populasi penelitian adalah remaja perempuan kelas XI SMKN 1 Kademangan, dengan teknik purposif random sederhana menghasilkan 48 responden. Analisis data menggunakan koefisien Spearman, sedangkan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil menunjukkan adanya korelasi signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap persepsi pernikahan dini. Pengetahuan menjadi faktor utama yang menentukan sikap remaja, sehingga edukasi kesehatan reproduksi perlu diberikan secara intensif kepada remaja, khususnya perempuan, untuk membentuk sikap kritis dan mengubah persepsi negatif terhadap pernikahan dini.

Setelah dilakukan penelitian mengenai korelasi antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap persepsi pernikahan dini, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja mengenai persepsi pernikahan dini.Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05 untuk masing‑masing variabel.Semakin banyak informasi kesehatan reproduksi yang diperoleh, semakin positif sikap siswi remaja terhadap kematangan usia pernikahan.sebaliknya, semakin rendah pengetahuan kesehatan reproduksi yang dimiliki, semakin negatif sikap siswi remaja terhadap persepsi pernikahan dini.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas program kurikulum interaktif kesehatan reproduksi berbasis sekolah dalam mengubah sikap remaja, baik laki‑laki maupun perempuan, terhadap pernikahan dini dengan melakukan uji coba di beberapa sekolah menengah kejuruan di wilayah yang berbeda. Selanjutnya, penelitian kualitatif‑kuantitatif dapat meneliti peran pengetahuan dan komunikasi orang tua dalam memengaruhi persepsi dan sikap anak remaja terhadap pernikahan dini, sehingga dapat diidentifikasi faktor‑faktor keluarga yang paling berpengaruh. Selain itu, studi longitudinal dapat memantau dampak intervensi komunitas yang melibatkan tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan organisasi sosial terhadap penurunan angka pernikahan dini selama periode tiga hingga lima tahun, serta mengkaji perubahan perilaku dan pengetahuan remaja seiring waktu. Ketiga pendekatan ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat untuk merancang kebijakan dan program edukasi yang lebih efektif dalam menunda pernikahan dini di Indonesia.

  1. Pencegahan pernikahan dini sebagai upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan sejahtera di Desa Kalirejo... journal.yudhifat.com/index.php/cej/article/view/34Pencegahan pernikahan dini sebagai upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan sejahtera di Desa Kalirejo journal yudhifat index php cej article view 34
  2. Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang pernikahan dini | Informasi dan Promosi Kesehatan. hubungan... e-journal.saku.co.id/index.php/IPK/article/view/23Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang pernikahan dini Informasi dan Promosi Kesehatan hubungan e journal saku index php IPK article view 23
Read online
File size415.67 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test