POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA
Journal of Pharmacy Tiara BundaJournal of Pharmacy Tiara BundaTeh merupakan salah satu minuman yang banyak disukai dan dikonsumsi masyarakat di seluruh dunia, mengandung tanin yang dipercaya sebagai minuman penyegar dan menyehatkan. Untuk membua teh herbal daun kelapa sawit, dan mengetahui standar mutu serta komponen bioaktif. Daun kelapa sawit dipisahkan dari lidinya, dicuci sampai bersih, ditiriskan, di potong ± 1 cm. Selanjutnya diletakkan di rak dan dibiarkan layu selama 14 sampai 24 jam, kemudian daun diblender dan dilakukan proses oksidasi. Kemudian diletakkan di tempat dingin dan lembab, untuk proses fermentasi. Selanjutnya dikeringkan di lemari pengering dengan variasi suhu 50°C, 90°C dan 110°C dengan waktu berturut-turut (110, 130, dan 150 menit) kemudian dilakukan uji standar mutu, dan skrining serbuk teh herbal. Hasil: Uji standar mutu dari daun teh herbal kelapa sawit bau, rasa dan warna dari air seduhan khas produk teh, cemaran logam kadmium (0,303ppm) dan timbal (0,149ppm), cemaran arsen (<0,0004ppm), cemaran mikroba angka lempeng total 11,72 ×107, kadar air secara berurut-turut (7,18; 5,88; 3,92%), kadar ekstrak larut dalam air (8,6; 5,96; 5,76%), kadar abu total (4,3; 4,91; 5,26%), kadar abu larut dalam air dari abu total (4,62; 7,88; 10,09%), kadar abu tak larut dalam asam (0,75; 0,93; 1,17%). Hasil skrining serbuk teh herbal positif terhadap triterpen/steroid, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan glikosida. Hasil uji kadar flavonoid dari daun segar kelapa sawit, serbuk sebelum pengeringan, teh herbal dengan variasi suhu pengeringan yaitu 50°C,90°C dan 110°C dengan waktu berturut-turut (110, 130, dan 150 menit) yaitu (357,13; 265,678; 175,14; 161,28;176,99 mg/100). Teh herbal daun kelapa sawit dapat dijadikan sebagai teh herbal dan variasi suhu pengeringan dapat mempengaruhi kualitas teh herbal daun kelapa sawit.
Daun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dapat dibuat menjadi teh herbal.Variasi suhu dan waktu pengeringan mempengaruhi standar mutu teh herbal kelapa sawit yaitu kadar air secara berurut-turut (7,18.5,26%), kadar abu larut dalam air dari abu total (4,62.10,09%), kadar abu tak larut dalam asam (0,75.Memiliki perbedaan kadar flavonoid setelah variasi suhu dan waktu pengeringan, yaitu pada daun kelapa sawit segar yaitu 347,13 mg/100g, serbuk sebelum pengeringan 265,678 mg/100 dan setelah variasi suhu dan waktu pengeringan yaitu.serbuk teh dengan pengeringaan 50°C waktu 110 menit 175,14 mg/100g, 90°C waktu 130 menit yaitu 161,28 mg/100g, 110°C waktu 150 menit yaitu 176,99 mg/100g.
Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode pengeringan alternatif yang lebih efisien untuk mempertahankan kadar flavonoid tinggi dalam teh herbal daun kelapa sawit. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi pengaruh teknik fermentasi berbeda terhadap aktivitas antimikroba dan antioksidan produk. Penelitian juga disarankan mempelajari efek konsumsi jangka panjang teh herbal ini terhadap kesehatan manusia, terutama dalam kontekstualisasi kandungan nutrisi dan senyawa bioaktifnya.
| File size | 221.33 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
DINUSDINUS Hasil analisis elemen-elemen digabungkan menjadi satu, kemudian disimpulkan. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukannya garis besar melalui idiom-idiomHasil analisis elemen-elemen digabungkan menjadi satu, kemudian disimpulkan. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukannya garis besar melalui idiom-idiom
UNUGHAUNUGHA Persentase kerusakan beras dan kerugian hasil menunjukkan variasi berdasarkan jenis perlakuan yang diterapkan. Penggunaan serbuk jahe, kunyit, dan lengkuasPersentase kerusakan beras dan kerugian hasil menunjukkan variasi berdasarkan jenis perlakuan yang diterapkan. Penggunaan serbuk jahe, kunyit, dan lengkuas
POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA 4) Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang antibiotik dengan frekuensi penggunaan antibiotika tanpa resep dokter di kalangan4) Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang antibiotik dengan frekuensi penggunaan antibiotika tanpa resep dokter di kalangan
JOMPARNDJOMPARND Peserta mampu mengikuti proses produksi secara mandiri menggunakan peralatan sederhana dan menunjukkan antusiasme untuk mengembangkan produk sebagai usahaPeserta mampu mengikuti proses produksi secara mandiri menggunakan peralatan sederhana dan menunjukkan antusiasme untuk mengembangkan produk sebagai usaha
LATANSAMASHIROLATANSAMASHIRO Pelatihan yang diberikan kepada petani terbukti efektif, dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan tentang teknik budidaya, penggunaan aplikasi digital,Pelatihan yang diberikan kepada petani terbukti efektif, dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan tentang teknik budidaya, penggunaan aplikasi digital,
UNYUNY Metode yang digunakan meliputi pencucian, perebusan, pemblanjan, dan pembentukan lembaran kertas. Hasil menunjukkan bahwa kertas yang dihasilkan memilikiMetode yang digunakan meliputi pencucian, perebusan, pemblanjan, dan pembentukan lembaran kertas. Hasil menunjukkan bahwa kertas yang dihasilkan memiliki
MAHADEWAMAHADEWA Namun, terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran biologi, seperti kurangnya variasi dalam metode mengajar dan banyaknya istilah teknis dalamNamun, terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran biologi, seperti kurangnya variasi dalam metode mengajar dan banyaknya istilah teknis dalam
MAHADEWAMAHADEWA Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan sikapnyaBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan sikapnya
Useful /
DINUSDINUS Kurangnya kesadaran dan pengetahuan ibu tentang makanan ini menyebabkan kurangnya perhatian pemerintah dalam memberikan informasi kepada ibu-ibu yang memilikiKurangnya kesadaran dan pengetahuan ibu tentang makanan ini menyebabkan kurangnya perhatian pemerintah dalam memberikan informasi kepada ibu-ibu yang memiliki
DINUSDINUS Dengan diciptakannya media pembelajaran audio visual ini diharapkan proses pembelajaran mata kuliah Tipografi dapat lebih efektif dan materi kuliah lebihDengan diciptakannya media pembelajaran audio visual ini diharapkan proses pembelajaran mata kuliah Tipografi dapat lebih efektif dan materi kuliah lebih
UNYUNY Metode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest nonequivalent control group digunakan pada 72 siswa kelas XI di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkanMetode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest nonequivalent control group digunakan pada 72 siswa kelas XI di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan
UNYUNY Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa hasil validasi ahli dan guru menunjukkan semua perangkat pembelajaran yang dirancangBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa hasil validasi ahli dan guru menunjukkan semua perangkat pembelajaran yang dirancang