STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Kematian Ibu menurut WHO (World Health Organization, 2014) sekitar yaitu 830 wanita meninggal karena komplikasi kehamilan atau persalinan di seluruh dunia setiap hari. Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi. Tujuan mengetahui karakteristik Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2021. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Retrospektif. Populasi adalah ibu hamil yang dirawat di ruang kebidanan sebanyak 828 orang dengan jumlah sampel sebanyak 270 orang yang diambil dengan cara Simple Random Sampling. Hasil penelitian berdasarkan Uji chi-square didapatlkan hasil bahwa terdapat hubungan antara kejadian hiperemesis dengan umur ibu (p value = 0,041), paritas (p value = 0,043), pendidikan (p value = 0,022), dan pekerjaan (p value = 0,001). Saran bagi RS Muhammadiyah Palembang agar meningkatkan penyuluhan mengenai hiperemesis gravidarum pada ibu hamil sehingga ibu hamil bisa dengan mudah mengenal tanda dan gejala HEG.

Sebagian besar ibu hamil (86,7%) tidak mengalami hiperemesis gravidarum, dan faktor umur, paritas, pendidikan, serta pekerjaan berhubungan signifikan dengan kejadian HEG (p<0,05).Ibu hamil berusia <20 atau >35 tahun, paritas 1 atau >3, serta tingkat pendidikan rendah atau tinggi memiliki risiko lebih tinggi mengalami HEG dibandingkan kelompok referensi.Pekerjaan ibu juga berpengaruh, dimana ibu yang bekerja memiliki prevalensi HEG lebih tinggi (21,4%) dibandingkan yang tidak bekerja (7,2%).

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah intervensi nutrisi khusus, seperti suplementasi vitamin B6 atau asam folat, dapat mengurangi kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil berusia <20 atau >35 tahun, sehingga memberikan strategi pencegahan yang lebih tepat. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti bayi yang lahir dari ibu mengalami HEG dapat mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga membantu memahami konsekuensi kesehatan pada generasi berikutnya. Selanjutnya, penelitian eksperimental yang menguji efektivitas program penyesuaian kerja dan manajemen stres bagi pekerja hamil, misalnya jadwal kerja fleksibel atau dukungan psikososial, dapat menilai apakah kebijakan tersebut menurunkan prevalensi HEG pada populasi pekerja, memberikan bukti kebijakan kesehatan kerja yang berbasis data.

  1. #status gizi#status gizi
  2. #antenatal care#antenatal care
Read online
File size349.06 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3k3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test