STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA
Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan PembangunanMenurut data WHO (2019) sebanyak 1,1 miliar dari 1,9 miliar wanita usia subur yang berusia 15-49 tahun membutuhan KB. Konseling Keluarga Berencana (KB) merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR).
Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara waktu pemberian konseling kontrasepsi terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada akseptor KB di Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang Tahun 2021.Sebagian besar responden mendapatkan konseling mengenai kontrasepsi pada saat ANC yaitu 51,4% dibandingkan pada saat postpartum yaitu 48,6%.Responden yang mendapatkan konseling mengenai alat kontrasepsi pada saat ANC, sebagian besar sesuai memilih alat kontrasepsi yang (78,9%), sedangkan responden yang mendapatkan konseling kontrasepsi pada saat postpartum cenderung tidak sesuai dalam pemilihan alat kontrasepsi (61,1%).
Diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan dan konseling kepada calon akseptor KB yang dilakukan saat ANC sehingga calon akseptor dapat memiliki waktu yang lebih lama dalam mempertimbangkan alat kontrasepsi yang akan digunakan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi pada akseptor KB. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengetahui efektivitas konseling kontrasepsi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap akseptor KB terhadap alat kontrasepsi.
| File size | 505.87 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Saran bagi RS diharapkan adanya peningkatan dukungan tenaga kesehatan serta atasan kerja terkait pelaksanaan pemberian ASI eksklusif sehingga keberhasilanSaran bagi RS diharapkan adanya peningkatan dukungan tenaga kesehatan serta atasan kerja terkait pelaksanaan pemberian ASI eksklusif sehingga keberhasilan
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan pasien (p. Pasien dengan pengetahuan kurang memiliki risiko kecemasan 8,25 kali lebih tinggi dibandingkanTerdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan pasien (p. Pasien dengan pengetahuan kurang memiliki risiko kecemasan 8,25 kali lebih tinggi dibandingkan
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Sebagian besar peserta adalah perempuan (74%) dan tidak bekerja (80%); 81% hanya memiliki pendidikan sekolah dasar. Prevalensi hipertensi adalah 54%. StresSebagian besar peserta adalah perempuan (74%) dan tidak bekerja (80%); 81% hanya memiliki pendidikan sekolah dasar. Prevalensi hipertensi adalah 54%. Stres
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Teknik pengambilan sampel menggunakan cross sectional dan sampling insidental dengan 99 responden. Instrumen yang digunakan adalah BDI-II untuk menilaiTeknik pengambilan sampel menggunakan cross sectional dan sampling insidental dengan 99 responden. Instrumen yang digunakan adalah BDI-II untuk menilai
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Hasil: Setelah dilakukan perawatan integritas kulit dengan tehnik massage effleurage menggunakan VCO, indikator pengukuran menggunakan skala braden, intergritasHasil: Setelah dilakukan perawatan integritas kulit dengan tehnik massage effleurage menggunakan VCO, indikator pengukuran menggunakan skala braden, intergritas
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan 99 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. PengumpulanMetode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan 99 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Pengumpulan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dan pola aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia hipertensiTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dan pola aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia hipertensi
SPPSPP Sebelum pelatihan, terdapat 5 orang (12%) dengan tingkat pengetahuan baik, namun setelah pelatihan, jumlah tersebut meningkat menjadi 24 orang (58%). HalSebelum pelatihan, terdapat 5 orang (12%) dengan tingkat pengetahuan baik, namun setelah pelatihan, jumlah tersebut meningkat menjadi 24 orang (58%). Hal
Useful /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Sampel dalam penelitian ini adalah penyadap karet yang terdapat di Desa Tanjung Aur berjumlah 20 orang yang dipilih menggunakan tehnik purposive samplingSampel dalam penelitian ini adalah penyadap karet yang terdapat di Desa Tanjung Aur berjumlah 20 orang yang dipilih menggunakan tehnik purposive sampling
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Pemeriksaan trombosit menggunakan sampel darah yang telah dicampurkan dengan antikoagulan EDTA. Teknik homogenisasi dilakukan secara inversi dengan membolak-balikkanPemeriksaan trombosit menggunakan sampel darah yang telah dicampurkan dengan antikoagulan EDTA. Teknik homogenisasi dilakukan secara inversi dengan membolak-balikkan
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Therefore, research is needed to find out the reasons why the incidence of early marriage can occur. This research was conducted in four sub-districtsTherefore, research is needed to find out the reasons why the incidence of early marriage can occur. This research was conducted in four sub-districts
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Studi kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan bidan mengenai kisaran peningkatan berat badan yang ideal dan jumlah asupan kalori selamaStudi kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan bidan mengenai kisaran peningkatan berat badan yang ideal dan jumlah asupan kalori selama