STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Virus Corona dapat menyebar dengan mudah dan cepat melalui droplet. Penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia mempengaruhi berbagai aspek, salah satunya pada pelayanan Keluarga Berencana. Berdasarkan data BKKBN terdapat penurunan peserta KB pada bulan Maret dibandingkan bulan Februari 2020. Penurunan jumlah peserta KB ini dapat mendorong terjadinya baby boom. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Pengetahuan Akseptor KB Tentang Covid-19 Dengan Kepatuhan Jadwal Kunjungan Kontrasespsi. Metodologi penelitian yang digunakan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode kuantitatif Korelasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan questioner dan analisis data menggunakan Uji t Independent. Hasil penelitian diperoleh masih rendahnya pengetahuan Akseptor KB tentang pencegahan covid-19 dan menurunnya kepatuhan kunjungan Akseptor KB selama masa pandemi serta ada pengaruh pengetahuan akseptor KB tentang Covid-19 dengan kepatuhan jadwal kunjungan kontrasepsi dengan nilai p–Value = 0,002.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan tentang Covid-19 yang kurang, yang berkontribusi pada penurunan kunjungan KB selama pandemi.Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan akseptor KB tentang Covid-19 dan kepatuhan terhadap jadwal kunjungan kontrasepsi (p-value = 0,002).Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan akseptor KB tentang Covid-19 sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menggali faktor-faktor lain yang memengaruhi kepatuhan kunjungan KB selama pandemi, seperti aksesibilitas layanan, dukungan sosial, dan faktor ekonomi. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam persepsi dan pengalaman akseptor KB terkait dengan Covid-19 dan dampaknya terhadap pengambilan keputusan terkait kontrasepsi. Ketiga, penelitian intervensi perlu dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan akseptor KB tentang Covid-19 dan mempromosikan perilaku pencegahan yang efektif, serta untuk memfasilitasi akses ke layanan KB yang aman dan terjangkau selama pandemi dan setelahnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan KB di masa depan.

  1. #status gizi#status gizi
  2. #antenatal care#antenatal care
Read online
File size302.71 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-3k0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test