POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA

Journal of Pharmacy Tiara BundaJournal of Pharmacy Tiara Bunda

Kulit alpukat memiliki kandungan senyawa Flavannoid dan alkaloid sebagai antibakteri. Pada penelitian ini ekstrak etanol kulit alpukat diformulasikan sebagai sediaan sabun cair menggunakan konsentrasi FI (1%) FII (3%) dan FIII (5%). Tujuan dari penelitian ini yaitu memformulasikan sediaan sabun cair dari sampel ekstrak kulit alpukat terhadap aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi agar secara sumuran. Evaluasi fisik sediaan sabun cair meliputi beberapa parameter yaitu uji organoleptik diantaranya Bau, bentuk dan warna , uji pH, uji stabilitas busa, uji viskositas dan uji homogenitas. Hasil yang diperoleh dari pengujian sabun cair dengan menggunkan ekstrak etanol kulit alpukat dengan variasi konsentrasi 1%, 3% dan 5% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu 1% = 19,6 3% = 21.6 dan 5%= 25,8. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit alpukat (Persea americana)dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cair dan efektif terhadap penghambatan pada bakteri Staphylococcus aureus. Dan pada penelitian ini FIII memenuhi uji evaluasi mutu fisik dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri, dengan zona hambat yang dihasilkan yaitu pada konsentrasi 5% = 26,6 mm kategori sangat kuat.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit alpukat (Persea americana) dapat dibuat dalam bentuk sediaan sabun mandi cair, sediaan sabun mandi cair dari ekstrak etanol kulit alpukat memenuhi uji mutu fisik, sediaan sabun mandi cair ekstrak etanol kulit alpukat memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan zona hambat yang dihasilkan yaitu pada konsentrasi 5% = 25,8 mm kategori sangat kuat.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak kulit alpukat yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakterinya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi dan spektroskopi untuk memisahkan dan mengidentifikasi senyawa-senyawa tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi sabun cair yang lebih optimal dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti stabilitas, efektivitas, dan keamanan. Variasi konsentrasi ekstrak, jenis surfaktan, dan bahan tambahan lainnya dapat dieksplorasi untuk menghasilkan formulasi yang lebih unggul. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas sabun cair ekstrak kulit alpukat terhadap berbagai jenis bakteri penyebab infeksi kulit lainnya, serta untuk mengevaluasi potensi efek sampingnya pada kulit.

  1. FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus (Bl) Miq.) | Kartika... kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/98FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING Orthosiphon aristatus Bl Miq Kartika kjif unjani ac index php kjif article view 98
  2. Patofisiologi Infeksi Bakteri pada Kulit | Garna | Sari Pediatri. infeksi bakteri kulit garna sari pediatri... doi.org/10.14238/sp2.4.2001.205-9Patofisiologi Infeksi Bakteri pada Kulit Garna Sari Pediatri infeksi bakteri kulit garna sari pediatri doi 10 14238 sp2 4 2001 205 9
  3. Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Kubis (Brassica oleracea var. capitata f. alba) Terhadap Bakteri Staphylococcus... doi.org/10.24252/bio.v4i2.2515Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Kubis Brassica oleracea var capitata f alba Terhadap Bakteri Staphylococcus doi 10 24252 bio v4i2 2515
  1. #uji stabilitas fisik#uji stabilitas fisik
  2. #uji organoleptik#uji organoleptik
Read online
File size502.33 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3kN
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test