POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA

Journal of Pharmacy Tiara BundaJournal of Pharmacy Tiara Bunda

Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, lilin aromaterapi telah menjadi kebutuhan masyarakat sebagai salah satu alternatif pengobatan dengan memanfaatkan bahan alam yang popularitasnya semakin meningkat. Bahan alam yang dapat digunakan untuk aromaterapi salah satunya adalah daun kemangi dan sereh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan sereh (Cymbopogon citratus) dapat diformulasi menjadi lilin aromaterapi. Penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium. Minyak atsiri daun kemangi dan sereh diperoleh dari E-Commerce. Setelah minyak atsiri diperoleh kemudian dipisahkan secara Kromatografi Lapis Tipis. Digunakan fase diam silica gel, fase gerak kloroform-benzen untuk sampel daun kemangi dan fase gerak toluene-etil asetat untuk sampel sereh. Kemudian dibuat sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi formula I (3% : 20%), formula II (2% : 10%), dan formula III (1% : 5%) dan dilakukan evaluasi sifat fisik sediaan lilin aromaterapi dengan uji organoleptis, uji waktu bakar dan uji kesukaan terhadap 20 responden. Hasil evaluasi sediaan lilin aromaterapi berpengaruh terhadap sifat fisik lilin aromaterapi. Berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik, formula III memiliki sifat fisik yang baik karena memiliki titik leleh yang tinggi dan waktu bakar paling lama. Pada formula I banyak disukai karena memiliki konsentrasi minyak atsiri yang lebih besar.

Konsentrasi kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan minyak atsiri sereh (Cymbopogon citratus) berpengaruh terhadap sifat fisik lilin aromaterapi.5%) konsentrasi kombinasi minyak atsiri terbaik dibanding dengan formula II (2%.Karena konsentrasi minyak atsiri yang terlalu tinggi akan mempengaruhi sifat fisik lilin mudah habis terbakar.20%) konsentrasi kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan sereh (Cymbopogon citratus) yang paling banyak disukai responden.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis bahan dasar lilin (paraffin, soy wax, beeswax) terhadap sifat fisik dan aroma lilin aromaterapi yang dihasilkan, dengan tujuan untuk mengoptimalkan kualitas lilin dan memberikan variasi pilihan bagi konsumen. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian efektivitas lilin aromaterapi dalam mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur, dengan melibatkan partisipan dan menggunakan metode pengukuran fisiologis seperti detak jantung dan gelombang otak. Ketiga, eksplorasi penggunaan kombinasi minyak atsiri lain selain kemangi dan sereh, seperti lavender atau peppermint, dapat dilakukan untuk menghasilkan variasi aroma yang berbeda dan potensi manfaat terapeutik yang lebih luas, sehingga dapat memenuhi preferensi konsumen yang beragam.

  1. #sampel daun#sampel daun
  2. #daun kemangi#daun kemangi
Read online
File size169.76 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-3kL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test