PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN
Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti RufaidahDiabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penyakit ini merupakan penyakit yang banyak diderita kalangan masyarakat dan terus berkembang di Indonesia. Penyakit periodontal merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang memiliki prevalensi cukup tinggi di masyarakat dimana penyakit periodontal pada semua kelompok umur di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyakit periodontal pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Bara-Barayya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 60 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Sampel diperiksa dengan menggunakan kriteria penilaian indeks gingiva dan indeks CPITN. Hasil menunjukkan bahwa yang mengalami periodontitis dengan skor 4 adalah yang paling tinggi yaitu sebanyak 18 orang (44%), dan subjek yang mengalami skor 2 adalah yang paling sedikit yaitu sebanyak 8 orang (19.5%). Sedangkan yang mengalami gingivitis yang paling tinggi yaitu gingivitis buruk sebanyak 10 orang (52.6%) dan yang paling sedikit adalah yang mengalami gingivitis ringan yaitu sebanyak 5 orang (26.3%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyakit periodontal yang paling banyak ditemui pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Bara-Barayya adalah penyakit periodontitis yaitu sebanyak 41 orang (68.3%) dan yang paling sedikit adalah gingivitis yaitu sebanyak 19 orang (31.7%).
Penyakit periodontal yang paling umum ditemukan pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Bara-Barayya adalah periodontitis dengan persentase 68,3%.Gingivitis merupakan penyakit periodontal dengan persentase terendah sebesar 31,7%.Faktor-faktor seperti kontrol gula darah yang buruk, durasi penderitaan DM lebih dari 10 tahun, dan usia di atas 60 tahun berkontribusi pada tingkat keparahan penyakit periodontal.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang kontrol gula darah terhadap progresi penyakit periodontal pada penderita diabetes. Selain itu, studi tentang efektivitas intervensi periodontal dalam meningkatkan pengelolaan diabetes perlu dikembangkan. Penelitian juga dapat membandingkan perbedaan kesehatan periodontal antara penderita diabetes dengan populasi umum untuk memahami mekanisme patofisiologis yang terlibat.
| File size | 634.14 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Sebaliknya, skor GCS menunjukkan kemampuan prediksi yang baik dengan performa yang lebih tinggi dibandingkan NEWS. Dengan demikian, GCS dapat dijadikanSebaliknya, skor GCS menunjukkan kemampuan prediksi yang baik dengan performa yang lebih tinggi dibandingkan NEWS. Dengan demikian, GCS dapat dijadikan
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA I pada hari ketiga sudah tidak panas dan suhu normal yaitu S: 36,8°C. Sedangkan Ny. M pada hari ketiga badan masih lumayan panas dan suhu yaitu S: 37,0°CI pada hari ketiga sudah tidak panas dan suhu normal yaitu S: 36,8°C. Sedangkan Ny. M pada hari ketiga badan masih lumayan panas dan suhu yaitu S: 37,0°C
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Sebanyak 2/3 penderita diabetes tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes dan dalam kondisi sudah komplikasi. Komplikasi tertinggi yaitu neuropati 60%Sebanyak 2/3 penderita diabetes tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes dan dalam kondisi sudah komplikasi. Komplikasi tertinggi yaitu neuropati 60%
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Untuk mnegetahui tingkat kepedulian ibu terhadap kecemasan anak saat menjalani pendidikan secara online pada masa covid 19. Populasi yang dimaksud dalamUntuk mnegetahui tingkat kepedulian ibu terhadap kecemasan anak saat menjalani pendidikan secara online pada masa covid 19. Populasi yang dimaksud dalam
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap penggunaan APD bervariasi berdasarkan jenis kelamin, dengan responden perempuan menunjukkanPenelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap penggunaan APD bervariasi berdasarkan jenis kelamin, dengan responden perempuan menunjukkan
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Pemahaman adalah suatu kemampuan seseorang dalam memahami arti atau konsep dan juga fakta yang diketahuinya. Cedera adalah kerusakan fisik yang terjadiPemahaman adalah suatu kemampuan seseorang dalam memahami arti atau konsep dan juga fakta yang diketahuinya. Cedera adalah kerusakan fisik yang terjadi
ISTAZISTAZ Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
UNDIPUNDIP Intervensi EMAS secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada pasien diabetes tipe 2 untuk berperilaku lebih sehat dalam mengontrolIntervensi EMAS secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada pasien diabetes tipe 2 untuk berperilaku lebih sehat dalam mengontrol
Useful /
ISTAZISTAZ Hasil uji coba produk dari lembar observasi siswa dalam capaian nilai gain ternormalisasi yaitu 0,81. Kevalidan media yang didukung oleh hasil validasiHasil uji coba produk dari lembar observasi siswa dalam capaian nilai gain ternormalisasi yaitu 0,81. Kevalidan media yang didukung oleh hasil validasi
ISTAZISTAZ Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak dengan menggunakan permainan puzzle. Dengan subjek penelitian berjumlahTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak dengan menggunakan permainan puzzle. Dengan subjek penelitian berjumlah
NEWINERANEWINERA Jaminan Kerahasiaan Data Pasien versi penerima layanan; (2). Keamanan Aplikasi E-Health; (3). Upaya Meyakinkan Pengguna dalam Menggunakan E-Health; (4).Jaminan Kerahasiaan Data Pasien versi penerima layanan; (2). Keamanan Aplikasi E-Health; (3). Upaya Meyakinkan Pengguna dalam Menggunakan E-Health; (4).
NEWINERANEWINERA Karena alasan sederhana bahwa hal itu akan mengurangi frekuensi perselisihan, konflik, dan kasus properti yang timbul. Karena hak-hak mereka telah dicatatKarena alasan sederhana bahwa hal itu akan mengurangi frekuensi perselisihan, konflik, dan kasus properti yang timbul. Karena hak-hak mereka telah dicatat