LLDIKTI12LLDIKTI12
KAMBOTI: Jurnal Sosial dan HumanioraKAMBOTI: Jurnal Sosial dan HumanioraSasi merupakan salah satu kearifan lokal yang masih tetap dilestarikan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kecamatan Tanimbar Utara khususnya desa Lelingluan. Masyarakat yang berada di desa Lelingluan kaya akan budaya dan kearifan lokal, salah satunya adalah kearifan lokal sasi. Kearifan lokal sasi biasanya digunakan untuk melestarikan, menjaga, dan melindungi sumber daya alam, baik itu darat maupun laut dengan tujuan yaitu agar seluruh masyarakat dapat menikmati hasilnya secara bersama-sama. Sasi yang biasanya dilakukan secara umum dan melibatkan tokoh adat serta pelaksanaannya melalui prosedur hukum adat adalah sasi teripang, hal dikarenakan teripang merupakan salah satu sumber daya laut yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat desa Lelingluan, sehingga keberadaan teripang harus tetap dijaga dengan baik. Disisi lain, teripang merupakan salah satu aset desa Lelingluan, sehingga sasi teripang masuk dalam sasi negeri dan harus melalui pelaksanaan (sumpah) adat dan kemudian dilanjutkan dengan prosedur gerejawi. Dengan adanya kearifan lokal sasi maka eksistensi teripang di desa Lelingluan dapat terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal sasi terhadap eksistensi teripang di desa Lelingluan, Kecamatan Tanimbar Utara Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kearifan lokal sasi yang diterapkan melalui ritual adat dan gereja berperan penting dalam menjaga populasi teripang di desa Lelingluan.Tradisi tutup dan buka sasi menjadi mekanisme sosial yang efektif untuk menghindari eksploitasi berlebihan.Keberlanjutan teripang sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat terhadap aturan adat, dukungan tokoh leluhur, serta kekuatan spiritual yang melekat dalam setiap tahapan sasi.
Bagaimana bentuk kebijakan desa berbasis sasi digital yang memungkinkan pemantauan tutup-buka sasi secara daring tanpa mengurangi nilai sakralnya? Apakah modifikasi sasi bertahap dengan jeda enam bulan dapat mempercepat pemulihan populasi teripang tanpa menurunkan kepatuhan nelayan? Dapatkah pendidikan ekologi teripang berbasis cerita leluhur diterapkan di sekolah-sekolah setempat agar generasi muda tetap menjaga tradisi sekaligus memahami ilmu kelautan modern?.
| File size | 632 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah penggunaan permainan kotak ajaib untuk meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia pada anak. Data penelitianSedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah penggunaan permainan kotak ajaib untuk meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia pada anak. Data penelitian
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Dengan keberadaan gadget seluruhnya senantiasa sangat cepat mengambil informasi, namun banyak sekali yang dapat mempengaruhi seluruh anak. Langkah sekaliDengan keberadaan gadget seluruhnya senantiasa sangat cepat mengambil informasi, namun banyak sekali yang dapat mempengaruhi seluruh anak. Langkah sekali
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre-test dan post-test pada kelas eksperimen adalah 20,15 dan 27,38, serta 20,62 dan 25,00 pada kelompok kontrol.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre-test dan post-test pada kelas eksperimen adalah 20,15 dan 27,38, serta 20,62 dan 25,00 pada kelompok kontrol.
UMAUMA Penelitian ini mengenai pengamatan lingkungan dalam mengelola Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang. Permasalahan yang menyangkut analisis eksternalPenelitian ini mengenai pengamatan lingkungan dalam mengelola Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang. Permasalahan yang menyangkut analisis eksternal
STTAASTTAA Penulis menekankan pentingnya disiplin, pengetahuan diri bagi pembina, serta metode mengajar yang kreatif melalui kelompok kecil, konseling, dan kegiatanPenulis menekankan pentingnya disiplin, pengetahuan diri bagi pembina, serta metode mengajar yang kreatif melalui kelompok kecil, konseling, dan kegiatan
STTAASTTAA Gereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannyaGereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannya
STTAASTTAA Dalam pelayanan sebagai hamba Tuhan ke banyak gereja di Indonesia, penulis menemukan satu hal yang sama yang dihadapi gereja-gereja tersebut yaitu gesekanDalam pelayanan sebagai hamba Tuhan ke banyak gereja di Indonesia, penulis menemukan satu hal yang sama yang dihadapi gereja-gereja tersebut yaitu gesekan
STTAASTTAA Kedua, pemahaman improvitisasi menekankan pentingnya belajar dari sejarah gereja untuk menarik pelajaran dari improvisasi teologis masa lalu. Ketiga, improvisasiKedua, pemahaman improvitisasi menekankan pentingnya belajar dari sejarah gereja untuk menarik pelajaran dari improvisasi teologis masa lalu. Ketiga, improvisasi
Useful /
UMADAUMADA Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari di Desa Dakitan, Kabupaten Tolitoli. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuanPenelitian ini dilaksanakan selama 60 hari di Desa Dakitan, Kabupaten Tolitoli. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan
LLDIKTI12LLDIKTI12 Peran ibu sebagai pilar utama dalam mengasuh, mendidik, mendorong, dan mengawasi anak agar dapat tumbuh dan berkembang sebagai generasi bangsa yang unggulPeran ibu sebagai pilar utama dalam mengasuh, mendidik, mendorong, dan mengawasi anak agar dapat tumbuh dan berkembang sebagai generasi bangsa yang unggul
IAIN SUIAIN SU Islam menegaskan perihal kewajiban setiap Muslim untuk memanfaatkan, memelihara dan melindungi alam secara arif, dan upaya ke arah tersebut merupakan bagianIslam menegaskan perihal kewajiban setiap Muslim untuk memanfaatkan, memelihara dan melindungi alam secara arif, dan upaya ke arah tersebut merupakan bagian
IAIN SUIAIN SU Pemberlakuan regulasi ini memperkuat teori positivisasi hukum Islam dan paradigma hukum profetik, sekaligus menolak teori receptio, serta menunjukkan keselarasanPemberlakuan regulasi ini memperkuat teori positivisasi hukum Islam dan paradigma hukum profetik, sekaligus menolak teori receptio, serta menunjukkan keselarasan