POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science

Laporan BPOM RI 2019 menunjukkan terdapat 373 kasus keracunan makanan di Bali, di antaranya 43 kasus terkait jajanan olahan. Pada jajanan tersebut, bumbu lumpia yang berbahan dasar kacang tanah, petis, tauco, gula merah, dan tepung tapioka dapat menjadi media penyebaran bakteri Escherichia coli bila tidak diolah dan disimpan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keamanan pangan bumbu lumpia yang dijual di wilayah pantai Desa Sanur Kaja melalui pengukuran skor keamanan pangan mikrobiologi (Total Plate Count, MPN Coliform, dan deteksi E. coli) pada 16 sampel pedagang lumpia. Hasil menunjukkan bahwa 68,7 % sampel berada dalam kategori rawan namun aman dikonsumsi, 18,8 % melebihi batas maksimum TPC, 68,8 % memiliki coliform melebihi limit, dan 6,2 % terdeteksi positif E. coli. Analisis statistik Kruskal‑Wallis mengonfirmasi terdapat perbedaan signifikan antara skor keamanan pangan dengan TPC serta E. coli, sedangkan tidak ada perbedaan dengan coliform. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan praktik hygiene, sanitasi, dan pelatihan keamanan pangan bagi pedagang lumpia di kawasan wisata pantai.

Sebagian besar sampel bumbu lumpia berada pada kategori rawan namun aman dikonsumsi, sementara 18,8 % melebihi batas maksimum kontaminasi mikroba dan 6,2 % terdeteksi positif E.Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara skor keamanan pangan dengan TPC dan E.Penelitian mendesak peningkatan pengetahuan dan keterampilan pedagang melalui pelatihan hygiene serta penerapan standar sanitasi yang lebih ketat untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Untuk memperkuat upaya pencegahan keracunan makanan di kawasan wisata pantai, penelitian lanjutan dapat memeriksa seberapa efektif program pelatihan hygiene dan sanitasi yang disesuaikan dengan karakteristik pedagang lumpia, apakah peningkatan pengetahuan langsung meminimalkan tingkat kontaminasi mikroba. Selain itu, studi longitudinal yang memonitor perubahan skor keamanan pangan dan parameter mikrobiologi sebelum dan sesudah penerapan peralatan penyimpanan yang lebih higienis—misalnya penggunaan pendingin portabel atau wadah kedap udara—akan menguji kontribusi fasilitas fisik terhadap pengendalian bakteri. Terakhir, penelitian yang membandingkan efektivitas protokol kebersihan air (penggunaan air steril versus air layak minum) dalam proses pembuatan bumbu dapat memberikan dasar ilmiah bagi rekomendasi kebijakan peraturan tentang penyediaan sumber air bersih bagi pedagang makanan di daerah wisata.

  1. Karakteristik dan Persepsi Wisatawan Mancanegara di Kawasan Sanur dan Canggu, Bali | Tunjungsari | Jurnal... doi.org/10.22146/jpt.43178Karakteristik dan Persepsi Wisatawan Mancanegara di Kawasan Sanur dan Canggu Bali Tunjungsari Jurnal doi 10 22146 jpt 43178
Read online
File size229.46 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test