UNTADUNTAD

Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal)Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal)

Latar belakang: Eco-enzyme adalah hasil fermentasi limbah organik yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula terbaik untuk gel antiseptik yang ramah lingkungan. Metode: Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi pengujian parameter fisik dan aktivitas antibakteri dari preparat. Hasil: Produk eco-enzyme cair yang dihasilkan memiliki aroma asam kuat yang khas dengan pH 3,1. Gel antiseptik dibuat dalam lima formulasi (F1-F5) dengan mengganti bahan aktif alkohol yang secara tradisional digunakan sebagai agen antibakteri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa F1, F2, dan F3 memenuhi semua persyaratan parameter fisik gel, termasuk pH (4,5-6,5), viskositas (2000-4000 Cp), kemampuan penyebaran (5-7 cm), dan homogenitas (homogen). Sementara itu, F4 tidak memenuhi parameter fisik viskositas, dan F5 tidak memenuhi parameter viskositas dan kemampuan penyebaran. Gel antiseptik yang dibuat dari eco-enzyme yang diekstrak dari kulit buah rambutan menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi terhadap bakteri S. aureus dan E. coli dibandingkan dengan dua gel antiseptik komersial dan F1, yang berfungsi sebagai kontrol negatif. Kesimpulan: Preparasi gel antiseptik yang mengandung eco-enzyme kulit rambutan dengan konsentrasi 50% dan 50% alkohol (F3) adalah formula terbaik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa eco-enzyme yang diekstrak dari kulit buah rambutan memiliki karakteristik warna kecoklatan dan aroma asam kuat dengan pH 3,1.Formula terbaik untuk gel antiseptik eco-enzyme adalah preparasi yang mengandung konsentrasi 50% eco-enzyme dari kulit buah rambutan dan 50% alkohol (F3), memenuhi persyaratan untuk gel antiseptik.Gel ini menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dibandingkan dengan gel antiseptik komersial dan formula kontrol negatif (F1).

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses fermentasi eco-enzyme dari kulit rambutan, misalnya dengan memvariasikan jenis gula dan lama fermentasi untuk meningkatkan kandungan senyawa antibakteri. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas gel antiseptik eco-enzyme terhadap berbagai jenis bakteri patogen lainnya yang umum ditemukan di lingkungan sekitar. Untuk memperluas aplikasi eco-enzyme, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi gel antiseptik dengan penambahan bahan alami lain seperti minyak esensial atau ekstrak tanaman herbal yang memiliki sifat sinergis dengan eco-enzyme, sehingga meningkatkan efektivitas dan memberikan efek perlindungan tambahan bagi kulit. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk antiseptik yang lebih efektif, aman, dan ramah lingkungan, serta memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat.

  1. Antiseptic Gel Formulation Uses Eco-Enzyme from Rambutan (Nephelium lappaceum) Peels Substitute the Active... doi.org/10.22487/j24428744.2025.v11.i1.16625Antiseptic Gel Formulation Uses Eco Enzyme from Rambutan Nephelium lappaceum Peels Substitute the Active doi 10 22487 j24428744 2025 v11 i1 16625
Read online
File size822.14 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test