UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini sering disertai komplikasi serius, salah satunya Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), yang dapat memperburuk tekanan darah dan meningkatkan risiko kematian. Kombinasi kedua penyakit ini umumnya berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat dan membutuhkan penanganan farmakologis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi kombinasi obat dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dengan DMT2, serta mengevaluasi efisiensi biaya pengobatannya. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap beberapa studi yang membahas penggunaan kombinasi obat, khususnya ACEI-CCB dan ARB-CCB. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah dan angka kematian, namun dapat meningkatkan beban biaya pengobatan. Kesimpulan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi memiliki manfaat klinis yang signifikan, namun perlu dipertimbangkan dalam konteks efisiensi biaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan pengobatan bagi pasien.

Berdasarkan hasil tinjauan literatur, kombinasi terapi antihipertensi yang paling efektif untuk pasien dengan komorbid Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah kombinasi Angiotensin Receptor Blocker dan Calcium Channel Blocker (ARB-CCB).Terapi ini tidak hanya memberikan hasil yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah, tetapi juga menunjukkan efisiensi biaya yang lebih baik dibandingkan dengan kombinasi ACEI-CCB.Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga medis dalam menyusun rencana terapi yang lebih efektif dan efisien.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas dan efisiensi biaya kombinasi ARB-CCB pada subkelompok pasien dengan karakteristik klinis yang berbeda, seperti tingkat keparahan diabetes, fungsi ginjal, dan usia. Selain itu, studi komparatif yang melibatkan berbagai dosis kombinasi ARB-CCB dapat membantu mengidentifikasi regimen optimal yang memaksimalkan manfaat klinis dengan meminimalkan efek samping dan biaya pengobatan. Terakhir, penelitian prospektif yang mengevaluasi dampak kombinasi ARB-CCB terhadap kualitas hidup pasien dan kepatuhan terhadap pengobatan juga penting untuk dilakukan, mengingat keberhasilan terapi hipertensi sangat bergantung pada partisipasi aktif pasien dalam pengelolaan penyakitnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti yang lebih kuat untuk mendukung praktik klinis yang berbasis bukti dan meningkatkan hasil kesehatan pasien hipertensi dengan diabetes.

  1. Analisis Efektivitas Biaya Terapi Kombinasi Amlodipin-Kandesartan dan Amlodipin-Ramipril pada Pasien... jurnal.unpad.ac.id/ijcp/article/view/24430Analisis Efektivitas Biaya Terapi Kombinasi Amlodipin Kandesartan dan Amlodipin Ramipril pada Pasien jurnal unpad ac ijcp article view 24430
  2. EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD... doi.org/10.54411/jbc.v5i1.230EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD doi 10 54411 jbc v5i1 230
Read online
File size355.31 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test