UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Madu kelulut secara tradisional digunakan untuk penyembuhan luka karena sifat antibakteri, anti-inflamasi, dan antioksidannya. Untuk meningkatkan aplikabilitas dan efektivitasnya dalam perawatan luka, madu kelulut diformulasikan menjadi sediaan gel dengan menggunakan agen penggelap seperti natrium alginat dan hidroksipropil metilselulosa (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel madu kelulut menggunakan kombinasi natrium alginat dan HPMC sebagai agen penggelap. Pendekatan desain faktorial digunakan dengan perangkat lunak Design Expert untuk mengoptimalkan parameter formulasi. Evaluasi difokuskan pada karakteristik fisikokimia utama seperti viskositas, pH, kemampuan penyebaran, dan daya lekat. Semua formulasi yang dihasilkan melalui desain faktorial memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan untuk preparat gel topikal dan stabilitas yang baik. Selain itu, validasi antara nilai prediksi dan eksperimen menghasilkan interval prediksi 95%, yang menunjukkan kesesuaian yang kuat dan mendukung keandalan serta akurasi model. Hasil ini mengkonfirmasi potensi formulasi gel madu kelulut yang dioptimalkan untuk pengembangan dan aplikasi lebih lanjut.

Penelitian ini berhasil memformulasikan sediaan gel madu kelulut yang memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan.Kombinasi natrium alginat dan HPMC sebagai agen penggelap menghasilkan gel dengan karakteristik fisikokimia yang optimal, termasuk viskositas, pH, kemampuan penyebaran, dan daya lekat yang baik.Validasi model menunjukkan keandalan dan akurasi formula yang dioptimalkan, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif perawatan luka.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas gel madu kelulut yang dioptimalkan dalam mempercepat penyembuhan luka pada model hewan atau uji klinis. Hal ini akan memberikan bukti ilmiah yang kuat mengenai potensi terapeutik gel tersebut. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas gel madu kelulut dengan sediaan topikal konvensional yang digunakan untuk perawatan luka, seperti antibiotik atau antiseptik. Perbandingan ini akan membantu menentukan keunggulan dan manfaat tambahan dari penggunaan gel madu kelulut. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan sistem penghantaran obat yang inovatif untuk meningkatkan penetrasi dan bioavailabilitas senyawa aktif dalam madu kelulut ke dalam jaringan luka. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan nanopartikel, mikrosfer, atau teknologi enkapsulasi lainnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan terapi luka yang lebih efektif dan efisien.

  1. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... journal.umbjm.ac.id/index.php/healthyHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine journal umbjm ac index php healthy
  2. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... doi.org/10.35747/hmjHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine doi 10 35747 hmj
Read online
File size1.14 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test