UMSUMS
BiomedikaBiomedikaKeberadaan Candida spp. dalam sampel pernapasan telah lama dianggap sebagai kolonisasi. Meskipun prevalensi Candida spp. dalam sampel pernapasan cukup tinggi, insidensi sebenarnya dari Pneumonia Candida hanya sekitar 0,23-0,4%. Namun demikian, Pneumonia Candida secara signifikan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dari rekam medis menggunakan analisis observasional dengan desain cross-sectional. Sampel diperoleh dari pasien isolat dari Juli 2023 hingga Juni 2024, didiagnosis dengan pneumonia dengan hasil kultur yang mengidentifikasi Candida spp. Faktor-faktor yang mungkin meningkatkan risiko infeksi Candida spp. kemudian diidentifikasi. Data diproses menggunakan teknik analisis regresi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh. Analisis regresi mengungkapkan bahwa durasi rawat inap, usia pasien, dan penggunaan perangkat invasif lainnya adalah faktor risiko yang signifikan (p= 0,07; p= 0,001; p= 0,015), secara berturut-turut. Nagelkerke N square dari uji regresi logistik berganda adalah 50,5%. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa durasi rawat inap, usia pasien, dan penggunaan peralatan invasif memiliki pengaruh pada insidensi kultur positif Candida spp. pada pasien pneumonia.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa durasi rawat inap, usia pasien, dan penggunaan peralatan invasif memiliki pengaruh pada insidensi kultur positif Candida spp.Penelitian ini memberikan gambaran mengenai faktor risiko infeksi Candida spp.pada pasien pneumonia, sebagai dasar untuk pencegahan dan pengendalian pengukuran serta pemilihan terapi empiris.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik dalam durasi rawat inap yang berkontribusi pada peningkatan risiko infeksi Candida spp., seperti jenis prosedur medis yang dilakukan selama rawat inap atau adanya komplikasi tertentu. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara usia pasien dan kerentanan terhadap infeksi Candida spp., dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti fungsi kekebalan tubuh yang menurun seiring bertambahnya usia dan adanya penyakit penyerta. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan praktik petugas kesehatan dalam mencegah infeksi Candida spp. pada pasien pneumonia, sehingga dapat diidentifikasi area-area yang memerlukan peningkatan dalam protokol pencegahan dan pengendalian infeksi.
| File size | 139.41 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi retensi dan penyusutan berkas rekam medis menggunakan Microsoft Access. Metode yang digunakanPenelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi retensi dan penyusutan berkas rekam medis menggunakan Microsoft Access. Metode yang digunakan
UnwahasUnwahas Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran rasionalitas penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan tepat indikasi,Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran rasionalitas penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan tepat indikasi,
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES 619) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Nyeri yang dialami oleh pasien paliatif juga tidak signifikan secara statistik dalam menyebabkan depresi619) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Nyeri yang dialami oleh pasien paliatif juga tidak signifikan secara statistik dalam menyebabkan depresi
INSCHOOLINSCHOOL Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, dan diperoleh sampel sebanyak 43 responden. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan sistemPengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, dan diperoleh sampel sebanyak 43 responden. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan sistem
MARANATHAMARANATHA Angka kejadian penderita celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit tahun 2016-2019 cenderung fluktuatif dengan jenis kelamin laki-laki paling banyak.Angka kejadian penderita celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit tahun 2016-2019 cenderung fluktuatif dengan jenis kelamin laki-laki paling banyak.
MAHARDIKAMAHARDIKA 01 Cirebon. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah 32.373 dokumen dan sampelnya adalah 376 dokumen01 Cirebon. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah 32.373 dokumen dan sampelnya adalah 376 dokumen
MARANATHAMARANATHA Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah seluruh rekam medis pasien dengan diagnosis klinis tumor mediastinum, dan kriteria eksklusinya adalah tumorKriteria inklusi dari penelitian ini adalah seluruh rekam medis pasien dengan diagnosis klinis tumor mediastinum, dan kriteria eksklusinya adalah tumor
MARANATHAMARANATHA Dari kelompok tersebut 41 orang (52,6%) berada di skor Gleason tinggi. 17 pasien berada dalam rentang IMT tinggi, dan skor Gleason tinggi ditemukan padaDari kelompok tersebut 41 orang (52,6%) berada di skor Gleason tinggi. 17 pasien berada dalam rentang IMT tinggi, dan skor Gleason tinggi ditemukan pada
Useful /
UMSUMS 5) at a rate of 50%, thereby enabling data to be supplied to BPJS and FKTP. The application aids in clinical data management, systematic patient monitoring,5) at a rate of 50%, thereby enabling data to be supplied to BPJS and FKTP. The application aids in clinical data management, systematic patient monitoring,
UMSUMS Selain itu, penerapan akuntabilitas juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan partisipasi masyarakat, dengan koefisien korelasi sebesar 0,519Selain itu, penerapan akuntabilitas juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan partisipasi masyarakat, dengan koefisien korelasi sebesar 0,519
KKPKKP Program pengawasan penyakit memberikan informasi terkini mengenai distribusi penyakit yang memungkinkan pengembangan strategi mitigasi dan pencegahan yangProgram pengawasan penyakit memberikan informasi terkini mengenai distribusi penyakit yang memungkinkan pengembangan strategi mitigasi dan pencegahan yang
MARANATHAMARANATHA Hiperkolesterolemia,merupakan salah satu faktor risiko penting pada aterosklerosis. Daun Afrika menjadi salah satu tanaman yang telah banyak dikenal mampuHiperkolesterolemia,merupakan salah satu faktor risiko penting pada aterosklerosis. Daun Afrika menjadi salah satu tanaman yang telah banyak dikenal mampu