JCEHJCEH
Journal of Community Engagement in HealthJournal of Community Engagement in HealthHipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular jika tidak dikendalikan secara optimal. Salah satu faktor utama kegagalan terapi adalah kepatuhan pasien yang rendah dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Tenaga kefarmasian memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepatuhan melalui edukasi terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi kefarmasian terstruktur terhadap kepatuhan terapi dan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Prafi, Manokwari. Penelitian menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test satu kelompok terhadap 48 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa konseling kefarmasian individual yang disertai dengan leaflet edukasi terstruktur. Pengukuran kepatuhan dan tekanan darah dilakukan sebelum intervensi dan empat minggu setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan dengan tingkat signifikansi p < 0,05 dan perhitungan ukuran efek (Cohens d). Edukasi kefarmasian terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan, namun tidak menunjukkan perubahan signifikan pada tekanan darah selama periode observasi empat minggu. Intervensi ini berpotensi sebagai strategi pendukung dalam pengelolaan hipertensi di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Edukasi kefarmasian terstruktur secara signifikan meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di Puskesmas Prafi.Namun, intervensi ini tidak menghasilkan perubahan signifikan secara statistik terhadap tekanan darah dalam periode observasi empat minggu.Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi kefarmasian dapat diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan primer sebagai bagian dari program pengelolaan penyakit kronis.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan rancangan eksperimental yang melibatkan kelompok kontrol untuk memperkuat hubungan kausal antara intervensi edukasi kefarmasian dan perubahan kepatuhan serta tekanan darah, sehingga dapat dipastikan bahwa perubahan yang terjadi benar-benar berasal dari intervensi. Kedua, penelitian dengan masa tindak lanjut yang lebih panjang, misalnya 3 hingga 6 bulan, perlu dilakukan untuk mengevaluasi apakah peningkatan kepatuhan akibat edukasi kefarmasian dapat berdampak nyata terhadap penurunan tekanan darah dalam jangka panjang. Ketiga, penelitian baru dapat dikembangkan untuk menyelidiki pengaruh intervensi edukasi kefarmasian yang dilengkapi dengan kontrol faktor non-farmakologis seperti pola makan, aktivitas fisik, dan dukungan keluarga, sehingga dapat dianalisis bagaimana kombinasi pendekatan holistik memengaruhi hasil pengendalian hipertensi secara lebih menyeluruh. Penelitian-penelitian ini akan membantu memperkuat bukti ilmiah dan memperbaiki kualitas intervensi dalam pengelolaan hipertensi di layanan primer.
- The Potency of Team-Based Care Interventions for Hypertension: A Meta-analysis | Clinical Pharmacy and... doi.org/10.1001/archinternmed.2009.316The Potency of Team Based Care Interventions for Hypertension A Meta analysis Clinical Pharmacy and doi 10 1001 archinternmed 2009 316
- Aldosterone: Yet Another Path to Blood Pressure Variability and Target Organ Damage - Decker - 2015 -... doi.org/10.1111/jch.12559Aldosterone Yet Another Path to Blood Pressure Variability and Target Organ Damage Decker 2015 doi 10 1111 jch 12559
- Interventions to Improve Adherence to Self-administered Medications for Chronic Diseases in the United... doi.org/10.7326/0003-4819-157-11-201212040-00538Interventions to Improve Adherence to Self administered Medications for Chronic Diseases in the United doi 10 7326 0003 4819 157 11 201212040 00538
- 2017 ACC/AHA/AAPA/ABC/ACPM/AGS/APhA/ASH/ASPC/NMA/PCNA Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation,... doi.org/10.1161/HYP.00000000000000652017 ACC AHA AAPA ABC ACPM AGS APhA ASH ASPC NMA PCNA Guideline for the Prevention Detection Evaluation doi 10 1161 HYP 0000000000000065
| File size | 132.24 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
NEWINERANEWINERA Hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri didapatkan nilai probabilitas pvalue = 0,005 dan r = 0,346. Hubungan antaraHubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri didapatkan nilai probabilitas pvalue = 0,005 dan r = 0,346. Hubungan antara
IJNMSIJNMS Fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak selama masa usia emas adalah lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan utama bagi pertumbuhan dan perkembanganFondasi pertumbuhan dan perkembangan anak selama masa usia emas adalah lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan
IJNMSIJNMS Usia yang lebih tua juga menunjukkan hubungan signifikan dengan perpanjangan LOS (p = 0,018; RR = 2,47; 95% CI: 1–7,7). Kedua faktor, yaitu usia lanjutUsia yang lebih tua juga menunjukkan hubungan signifikan dengan perpanjangan LOS (p = 0,018; RR = 2,47; 95% CI: 1–7,7). Kedua faktor, yaitu usia lanjut
IJNMSIJNMS Peserta ditugaskan ke kelompok perlakuan dan kontrol, dengan kelompok intervensi menerima video senam nifas yang tervalidasi dan dilakukan secara rutinPeserta ditugaskan ke kelompok perlakuan dan kontrol, dengan kelompok intervensi menerima video senam nifas yang tervalidasi dan dilakukan secara rutin
IJNMSIJNMS Salah satu upaya yang perlu ditingkatkan untuk lebih mengoptimalkan penggunaan Posyandu Jiwa adalah meningkatkan pengetahuan di kalangan kader, keluarga,Salah satu upaya yang perlu ditingkatkan untuk lebih mengoptimalkan penggunaan Posyandu Jiwa adalah meningkatkan pengetahuan di kalangan kader, keluarga,
JCEHJCEH Hipoglikemia merupakan kondisi patologis dengan kadar glukosa darah < 70 mg/dl atau < 3,9 mmol/L yang disertai gejala klinis. Pada ibu menyusui, hipoglikemiaHipoglikemia merupakan kondisi patologis dengan kadar glukosa darah < 70 mg/dl atau < 3,9 mmol/L yang disertai gejala klinis. Pada ibu menyusui, hipoglikemia
UTPUTP Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebut “Work Stress and Job Performance Questionnaire (WSJPQ), yang merupakan instrumen hasil konstruktorPengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebut “Work Stress and Job Performance Questionnaire (WSJPQ), yang merupakan instrumen hasil konstruktor
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Pengetahuan siswa tentang penanganan pertama cedera tergolong cukup baik, sementara sikap mereka sangat baik. Pada guru dan staf, mayoritas berada padaPengetahuan siswa tentang penanganan pertama cedera tergolong cukup baik, sementara sikap mereka sangat baik. Pada guru dan staf, mayoritas berada pada
Useful /
UNIMAUNIMA Secara keseluruhan, persepsi guru terhadap penerapan lagu pop dalam mengajar pelafalan bersifat positif. Guru memiliki persepsi positif terhadap penerapanSecara keseluruhan, persepsi guru terhadap penerapan lagu pop dalam mengajar pelafalan bersifat positif. Guru memiliki persepsi positif terhadap penerapan
UNIMAUNIMA Mahasiswa menerapkan lima strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut, yaitu mencari lebih banyak referensi, memaksimalkan penggunaan alat bantu penerjemahan,Mahasiswa menerapkan lima strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut, yaitu mencari lebih banyak referensi, memaksimalkan penggunaan alat bantu penerjemahan,
STISABUZAIRISTISABUZAIRI Dari data yang dihimpun peneliti, perkara sengketa warisan di Pengadilan Agama kabupaten Jember menunjukkan bahwa sengketa waris masih menjadi kasus terbanyakDari data yang dihimpun peneliti, perkara sengketa warisan di Pengadilan Agama kabupaten Jember menunjukkan bahwa sengketa waris masih menjadi kasus terbanyak
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 55,1% responden mengalami kejadian karies gigi. Hasil analisisAnalisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 55,1% responden mengalami kejadian karies gigi. Hasil analisis