IJNMSIJNMS

International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)

Sindrom Koroner Akut (SKA) tetap menjadi masalah kesehatan global utama dan penyebab kematian utama, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah tempat keterlambatan pengobatan dan akses terbatas ke reperfusi masih berlangsung. Identifikasi dini faktor penentu kematian penting untuk mengoptimalkan manajemen dan meningkatkan hasil. Tinjauan berbasis bukti ini bertujuan untuk merangkum prediktor kematian kontemporer dalam SKA, termasuk faktor klinis, demografis, laboratorium, dan hemodinamik. Temuan menunjukkan bahwa ketidakstabilan hemodinamik, termasuk hipotensi, takikardia, dan syok kardiogenik, adalah prediktor konsisten terbesar dari kematian awal dan di rumah sakit. Gangguan ginjal, kelas Killip tinggi, penurunan ejeksi ventrikel kiri, dan kejutan jantung pada presentasi juga secara signifikan meningkatkan risiko. Usia dan komorbiditas seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis berkontribusi pada kematian jangka pendek dan panjang. Keterlambatan sistem, termasuk waktu gejala-ke-pintu dan pintu-ke-bola yang memanjang, lebih memburuk hasil, terutama di lingkungan sumber daya terbatas. Indeks Risiko Sederhana (SRI) muncul sebagai alat stratifikasi risiko awal yang praktis. Memperkuat pengenalan dini, memastikan reperfusi tepat waktu, dan meningkatkan manajemen komorbiditas adalah langkah penting untuk mengurangi kematian akibat SKA.

Tinjauan ini menjelaskan faktor utama yang memengaruhi kematian dalam Sindrom Koroner Akut (SKA).Risiko kematian secara signifikan dipengaruhi oleh syok kardiogenik, kelas Killip lanjut, gangguan ginjal, usia lanjut, dan kondisi komorbid seperti diabetes dan penyakit ginjal kronis.Waktu gejala-ke-pintu yang memanjang dan akses terbatas ke PCI adalah faktor yang dapat dimodifikasi yang meningkatkan risiko.Indeks Risiko Sederhana (SRI) adalah alat efektif untuk deteksi dini pasien berisiko tinggi.Mengatasi faktor-faktor ini melalui manajemen komorbiditas yang efektif penting untuk mengurangi kematian akibat SKA, terutama dalam lingkungan sumber daya terbatas.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak telemedisin dalam meningkatkan akses reperfusi di daerah pedesaan dengan sumber daya terbatas. Studi lebih lanjut tentang efektivitas jangka panjang Indeks Risiko Sederhana (SRI) dalam prediksi kematian pasien SKA dengan berbagai profil demografis dan komorbiditas. Selain itu, penelitian bisa fokus pada pengaruh faktor genetik dan perbedaan etnis terhadap respons terapi serta prognosis pasien SKA di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ketiga saran ini bertujuan mengisi celah pengetahuan tentang inovasi layanan kesehatan, validasi alat prediksi, dan penyebab biologis yang memengaruhi hasil klinis.

  1. "Validity of Simple Risk Index and Evaluation of Methods andManagement " by Rahmah Safitri... doi.org/10.7454/jpdi.v4i4.146Validity of Simple Risk Index and Evaluation of Methods andManagement by Rahmah Safitri doi 10 7454 jpdi v4i4 146
Read online
File size443.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test