IJNMSIJNMS

International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur prevalensi kekerasan seksual pada remaja di Kabupaten Mojokerto dan menggambarkan bentuk serta dampaknya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto dari Juli hingga September 2025. Sebanyak 220 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel penelitian meliputi prevalensi kejadian kekerasan seksual dan dampaknya, yang diukur menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 118 remaja (53,7%) pernah mengalami kekerasan seksual. Jenis yang paling umum adalah pelecehan verbal (40,7%), diikuti oleh kombinasi pelecehan verbal dan kekerasan fisik (29,6%), kekerasan fisik (17%), dan chat calling (12,7%). Dampak paling signifikan yang dialami korban adalah dampak sosial (44,8%), diikuti oleh dampak fisik-psikologis-sosial gabungan (22,7%), psikologis (12,7%), spiritual (8,4%), fisik (7,2%), dan fisik-psikologis (4,2%). Dominasi korban perempuan mencerminkan pengaruh budaya patriarki dan ketidaksetaraan gender. Prevalensi kekerasan verbal mengindikasikan rendahnya kesadaran masyarakat bahwa ucapan-ucapan tertentu merupakan pelecehan. Kekerasan seksual seringkali menyebabkan isolasi sosial, sehingga memerlukan penanganan holistik untuk memungkinkan remaja pulih dalam lingkungan yang aman dan suportif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual pada remaja merupakan isu serius dengan tingkat prevalensi mencapai 53,7% di Kabupaten Mojokerto.Mayoritas korban adalah perempuan, yang mencerminkan pengaruh budaya patriarki dan ketidaksetaraan gender.Bentuk kekerasan yang paling umum adalah pelecehan verbal, yang mengindikasikan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai definisi pelecehan.Dampak kekerasan seksual sangat beragam, terutama pada aspek sosial, psikologis, dan spiritual, sehingga memerlukan penanganan holistik dan multidisiplin untuk pemulihan korban.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk memahami lebih jauh pengalaman dan perspektif remaja korban kekerasan seksual, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka untuk melaporkan atau tidak melaporkan kejadian tersebut. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko jangka panjang yang berkontribusi terhadap prevalensi kekerasan seksual pada remaja, serta mengevaluasi efektivitas program intervensi yang ada. Ketiga, penelitian interdisipliner yang melibatkan ahli kesehatan, psikolog, pekerja sosial, dan tokoh masyarakat dapat dilakukan untuk mengembangkan model penanganan kekerasan seksual yang komprehensif dan berpusat pada korban, dengan mempertimbangkan aspek budaya dan sosial yang relevan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kompleksitas kekerasan seksual pada remaja, sehingga dapat dirumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif untuk pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di masa depan.

Read online
File size427.88 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test