ENDLESS JOURNALENDLESS JOURNAL

ENDLESS: INTERNATIONAL JOURNAL OF FUTURE STUDIESENDLESS: INTERNATIONAL JOURNAL OF FUTURE STUDIES

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas teknik modifikasi perilaku dalam meningkatkan perilaku assertif pada seseorang dengan kecacatan intelektual yang memiliki perilaku assertif rendah. Menggunakan desain eksperimen tunggal subjek A-B-A dengan metode deskriptif kuantitatif, intervensi menargetkan defisit yang dapat diukur yang diidentifikasi selama penilaian awal. Peserta, diklasifikasikan sebagai imbecil dan menerima layanan di Sentra Terpadu Kartini Temanggung, dipilih melalui rekomendasi dari pekerja sosial dan pengawas asrama. Dua teknik utama, yaitu modeling dan pemberian nasihat dengan instruksi, diterapkan selama fase intervensi. Perilaku assertif diukur melalui observasi partisipatif menggunakan skala Likert, dengan fokus pada keterampilan spesifik seperti penolakan kontak fisik yang tidak diinginkan. Intervensi menekankan dukungan positif untuk memungkinkan peserta mengekspresikan perasaan dan menetapkan batas pribadi secara assertif. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam respons assertif, terutama penolakan sentuhan fisik, dengan skor pasca-intervensi mencapai 340. Observasi menunjukkan bahwa peserta dapat dengan efektif menolak upaya individu berlawanan jenis untuk menyentuh area tubuh yang sensitif. Hasil ini menunjukkan bahwa prosedur modifikasi perilaku yang ditargetkan dapat menghasilkan peningkatan yang berarti secara klinis dalam assertivitas dasar pada orang dengan kecacatan intelektual. Penelitian ini memberikan kontribusi bukti empiris untuk penerapan modeling dan nasihat direktif dalam pengaturan rehabilitasi sosial. Implikasi termasuk potensi adopsi teknik-teknik ini oleh praktisi untuk menginformasikan perencanaan intervensi individual dan memperkuat keterampilan assertivitas dasar berdasarkan prioritas yang didorong oleh penilaian.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi modifikasi perilaku, khususnya modeling dan instruksi terstruktur (pemberian nasihat), efektif dalam meningkatkan assertivitas pada orang dengan kecacatan intelektual.Intervensi menghasilkan peningkatan signifikan dalam penolakan kontak fisik yang tidak pantas dan interaksi sosial dengan teman sebaya, seperti tercermin dalam peningkatan skor perilaku yang signifikan dari awal hingga pasca-intervensi.Kestabilan peningkatan ini, dengan hanya sedikit regresi yang diamati selama fase baseline kedua, menunjukkan bahwa intervensi menghasilkan perubahan perilaku yang berkelanjutan.Temuan ini konsisten dengan teori pembelajaran sosial dan prinsip-prinsip pengkondisian operan, menunjukkan bahwa pembelajaran observasional dan penguatan sistematis memainkan peran penting dalam akuisisi dan pemeliharaan perilaku assertif.Modeling memfasilitasi imitasi respons yang tepat, sementara instruksi terstruktur memperkuat retensi memori dan mengurangi ketergantungan pada petunjuk eksternal.

Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar program rehabilitasi sosial di Sentra Terpadu Kartini dan institusi serupa secara sistematis mengintegrasikan strategi modifikasi perilaku sebagai pendekatan terstruktur untuk memperkuat assertivitas pada orang dengan kecacatan intelektual. Penelitian lebih lanjut dapat berfokus pada pemeliharaan jangka panjang dari peningkatan perilaku dan efektivitas penguatan berbasis komunitas di luar konteks institusional. Selain itu, penting untuk menyelidiki perbedaan individu dalam respons terhadap intensitas intervensi dan jadwal penguatan, serta peran dukungan lingkungan dalam memelihara perubahan perilaku. Penelitian ini memberikan kontribusi pada praktik rehabilitasi inklusif di Indonesia dengan menunjukkan bagaimana assertivitas dapat ditingkatkan melalui intervensi perilaku yang terstruktur dan berbasis rutinitas. Integrasi teknik modifikasi perilaku ke dalam aktivitas institusional sehari-hari memungkinkan pusat rehabilitasi seperti Sentra Terpadu Kartini Temanggung untuk melampaui perawatan dasar dan mempromosikan agen interpersonal dan advokasi diri. Kerangka kerja rehabilitasi internasional menekankan bahwa pengembangan keterampilan dalam rutinitas sehari-hari adalah kunci untuk mendorong martabat, partisipasi, dan inklusi sosial pada orang dengan kecacatan intelektual.

  1. AN IMPLICIT TECHNOLOGY OF GENERALIZATION1 - Stokes - 1977 - Journal of Applied Behavior Analysis - Wiley... doi.org/10.1901/jaba.1977.10-349AN IMPLICIT TECHNOLOGY OF GENERALIZATION1 Stokes 1977 Journal of Applied Behavior Analysis Wiley doi 10 1901 jaba 1977 10 349
  2. Restraint and Seclusion: The Perspective of Service Users and Staff Members - Mérineau‐Côté... doi.org/10.1111/jar.12069Restraint and Seclusion The Perspective of Service Users and Staff Members MyEArineauyAAAaCyEAtyEA doi 10 1111 jar 12069
  3. A Functional Model of Self-Determination - Michael L. Wehmeyer, 1999. functional model self michael wehmeyer... journals.sagepub.com/doi/10.1177/108835769901400107A Functional Model of Self Determination Michael L Wehmeyer 1999 functional model self michael wehmeyer journals sagepub doi 10 1177 108835769901400107
  4. The Use of Single-Subject Research to Identify Evidence-Based Practice in Special Education - Robert... journals.sagepub.com/doi/10.1177/001440290507100203The Use of Single Subject Research to Identify Evidence Based Practice in Special Education Robert journals sagepub doi 10 1177 001440290507100203
  5. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/arc0000027APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 arc0000027
Read online
File size432.94 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test