UINUIN

Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang diakibatkan oleh gangguan sekresi insulin, glukagon, dan hormon lainnya sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Bangle (Zingiber montanum) diketahui memiliki senyawa efektif sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi dan interaksi senyawa kimia dari bangle (Zingiber montanum) terhadap penghambat α‑glukosidase sebagai antidiabetes dengan studi docking molekuler. Penentuan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) pada penghambat α‑glukosidase menghasilkan nilai 0,438 Å. Studi docking molekuler dilakukan menggunakan software Autodock Vina dan Biovia Discovery Studio Visualizer untuk dilakukan visualisasi dalam bentuk 2D dan 3D. Studi docking molekuler dilakukan pada 15 senyawa kimia dari tanaman bangle (Zingiber montanum) terhadap penghambat α‑glukosidase dengan ligan pembanding akarbosa. Hasil penelitian menunjukkan ligan pembanding akarbosa dihasilkan dengan energi ikatan (ΔGbind) -6,9 kkal/mol. Sebaliknya, terdapat enam senyawa ligan uji cassumunarin A (-7,7 kkal/mol), cassumunarin B (-7,5 kkal/mol), cassumunarin C (-8,0 kkal/mol), cassumunin A (-7,0 kkal/mol), cassumunin C (-7,0 kkal/mol) dan banglenol A (-6,9 kkal/mol) yang menunjukkan energi pengikatan lebih rendah daripada akarbosa sehingga menunjukkan konformasi ikatan yang lebih stabil. Interaksi yang dihasilkan pada senyawa tersebut berupa ikatan hidrogen yang terbentuk dengan asam amino Asp327, Asp203, Arg526, dan Asp542. Pada ikatan hidrofobik terbentuk asam amino Tyr299, Thr406, dan Phe575. Asam amino yang terbentuk pada ikatan elektrostatik yaitu Asp327, Asp203, Met444, dan Asp542. Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat beberapa senyawa kimia dari rimpang bangle (Zingiber montanum) yang memiliki potensi dan interaksi terhadap penghambat α‑glukosidase sebagai antidiabetes.

Penelitian ini menemukan bahwa enam senyawa dari bangle, yaitu cassumunarin A, cassumunarin B, cassumunarin C, cassumunin A, cassumunin C, dan banglenol A, memiliki energi ikatan lower than acarbose pada α‑glukosidase, menandakan potensi antidiabetik yang kuat.Interaksi utama meliputi ikatan hidrogen, hidrofobik, dan elektrostatik dengan residu asam amino seperti Asp327, Asp203, Arg526, dan Asp542.Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa-senyawa tersebut layak untuk ditindaklanjuti sebagai calon inhibitor α‑glukosidase dalam pengembangan obat antidiabetes.

Pertama, lakukan simulasi dinamika molekuler untuk setiap senyawa yang menunjukkan energi ikatan terendah guna menilai kestabilan interaksi jangka panjang dengan reseptor. Kedua, uji in vitro aktivitas antidiabetes pada sel hepatik dan jaringan otot dengan uji penghambatan α‑glukosidase dan pengukuran glukosa darah pada hewan model DM tipe 2. Ketiga, kembangkan senyawa tersebut menjadi formulasi obat berlapis atau stop‑release agar bioavailabilitas oral meningkat, menilai efek farmakokinetik dan toksisitas akut pada hewan percobaan.

  1. Aktivitas Inhibisi Enzim Alfa-glukosidase dari Ekstrak Rimpang Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) secara... doi.org/10.24123/mpi.v2i1.1299Aktivitas Inhibisi Enzim Alfa glukosidase dari Ekstrak Rimpang Bangle Zingiber cassumunar Roxb secara doi 10 24123 mpi v2i1 1299
  2. Studi molecular docking senyawa 1,5-benzothiazepine sebagai inhibitor dengue DEN-2 NS2B/NS3 serine protease... online-journal.unja.ac.id/chp/article/view/12980Studi molecular docking senyawa 1 5 benzothiazepine sebagai inhibitor dengue DEN 2 NS2B NS3 serine protease online journal unja ac chp article view 12980
Read online
File size687.1 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test