POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science

Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah atau hemoglobin di bawah normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Selatan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dan wawancara menggunakan kuesioner SQ FFQ mengenai konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menentukan hubungan antara status anemia dan konsumsi inhibitor/enhancer zat besi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi inhibitor zat besi dan status anemia (p-value = 0.034), serta hubungan antara konsumsi enhancer zat besi dan status anemia (p-value = 0.000).

Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan antara konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi dengan status anemia pada siswi SMAN 6 Denpasar.Sebagian besar siswi mengonsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti bayam dan kacang-kacangan.Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara konsumsi enhancer zat besi seperti vitamin C dan protein hewani dengan status anemia.Oleh karena itu, penting bagi siswi untuk meningkatkan konsumsi makanan yang membantu penyerapan zat besi dan menghindari makanan yang dapat menghambatnya.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh interaksi antara konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi secara bersamaan terhadap status anemia pada remaja putri. Selain itu, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi pola konsumsi makanan penghambat dan pendorong penyerapan zat besi di kalangan siswi. Terakhir, penelitian intervensi yang melibatkan edukasi gizi dan peningkatan akses terhadap makanan kaya zat besi serta enhancer penyerapan zat besi dapat dieksplorasi untuk meningkatkan status anemia pada remaja putri di Denpasar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan menjadi dasar pengembangan strategi pencegahan anemia yang efektif dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi status gizi remaja putri.

  1. Pengaruh Mengkonsumsi Teh Setelah Makan terhadap Kejadian Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri |... jurnal.fk.umi.ac.id/index.php/umimedicaljournal/article/view/22Pengaruh Mengkonsumsi Teh Setelah Makan terhadap Kejadian Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri jurnal fk umi ac index php umimedicaljournal article view 22
Read online
File size279.89 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test