LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA

Masyarakat Mandiri dan BerdayaMasyarakat Mandiri dan Berdaya

Kegiatan edukasi mengenai kebersihan reproduksi pada remaja putri di SMK Piramida Bandung menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan skor rata‑rata dari 56 menjadi 88, dengan lebih dari 85 % peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar setelah edukasi. Mayoritas siswa memahami kaitan antara perilaku personal hygiene yang buruk dan risiko infeksi saluran reproduksi. Perubahan sikap juga teridentifikasi, seperti meningkatnya kesadaran mengganti pembalut setiap 4–6 jam dan penerapan teknik membasuh yang benar. Dari wawancara dan kuesioner, siswa menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan menyenangkan, serta mendorong agar program edukatif serupa dijalankan secara rutin. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan interaktif dan praktis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja.

Kegiatan edukasi di SMK Piramida Bandung efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa tentang kebersihan reproduksi, tercermin dari kenaikan skor pre‑test ke post‑test dan perubahan perilaku yang lebih baik.Pendekatan interaktif dan praktis, seperti ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi, serta simulasi, berkontribusi pada pemahaman dan penerapan kebersihan pribadi yang lebih baik.Program ini dapat dijadikan model berkelanjutan di sekolah lain dengan melibatkan tenaga kesehatan, guru UKS, dan dukungan orang tua.

Pertama, lakukan penelitian longitudinal dengan sampel lebih besar dan periode waktu lebih lama untuk menilai keberlanjutan perubahan perilaku kebersihan reproduksi pada remaja, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi pemeliharaan kebiasaan tersebut; kedua, uji efektivitas model pelatihan berbasis teknologi seperti aplikasi mobile atau video interaktif dalam meningkatkan pemahaman dan praktik kebersihan reproduksi, serta dampaknya pada tingkat infeksi saluran reproduksi; ketiga, evaluasi intervensi kebijakan yang mengintegrasikan program edukasi kebersihan reproduksi ke dalam kurikulum nasional dan program UKS, menilai implementasi, hambatan, dan keberhasilan program tersebut di berbagai daerah, khususnya daerah pedesaan dengan akses terbatas ke sanitasi, untuk mengadaptasi strategi pengembangan kebijakan yang lebih responsif dan inklusif.

Read online
File size356 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test