JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY

Jurnal Empathy Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat

Mual dan muntah pada kehamilan, yang umumnya disebut emesis gravidarum, adalah ketidaknyamanan yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Emesis gravidarum dapat berdampak pada kondisi fisik ibu, seperti tubuh menjadi lemah, kulit pucat, dan penurunan frekuensi buang air kecil. Kader kesehatan, sebagai figur kunci dalam masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama, diharapkan dapat memberikan dukungan kepada ibu hamil dalam mengatasi masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan klinis dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi kepada 98 kader kesehatan dan ibu hamil di wilayah Puskesmas Klaten Selatan. Program ini dilaksanakan dari Mei hingga Juli 2023, dengan total 12 jam sesi per bulan, dan menggunakan desain pre- dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Evaluasi dimulai sejak sesi kedua. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang aromaterapi lemon sebagai solusi non-farmakologis untuk mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Peningkatan ini terlihat dari skor pre- dan post-test, di mana skor rata-rata pre-test adalah 5-7, sedangkan skor post-test meningkat menjadi 8-10. Penelitian ini menghasilkan publikasi ilmiah dalam jurnal pengabdian masyarakat yang terakreditasi.

Pemberdayaan kader kesehatan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang penatalaksanaan emesis gravidarum menggunakan aromaterapi lemon telah berhasil.Hal ini terbukti dengan peningkatan pengetahuan kader, di mana skor rata-rata meningkat dari 6.Ibu hamil pada trimester pertama juga dapat menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan mengurangi ketidaknyamanan mual muntah setelah mendapatkan pendampingan dari kader kesehatan.Terapi komplementer ini dapat diterapkan sebagai perawatan non-farmakologi yang efektif dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Selatan.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: . . 1. Mengkaji lebih lanjut efektivitas aromaterapi lemon dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil dengan menggunakan metode penelitian eksperimental, dengan membandingkan kelompok kontrol dan kelompok intervensi. . . 2. Melakukan penelitian kualitatif untuk memahami persepsi dan pengalaman ibu hamil dalam menggunakan aromaterapi lemon sebagai terapi non-farmakologis, serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. . . 3. Menganalisis dampak pemberdayaan kader kesehatan dalam penerapan aromaterapi lemon secara berkelanjutan di masyarakat, termasuk dampak pada kesehatan ibu hamil dan keberlanjutan praktik aromaterapi di tingkat komunitas.

  1. Aromatherapy as Complementary Medicine | IntechOpen. aromatherapy medicine intechopen open access peer... intechopen.com/chapters/72122Aromatherapy as Complementary Medicine IntechOpen aromatherapy medicine intechopen open access peer intechopen chapters 72122
Read online
File size452.3 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test