LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA

Masyarakat Mandiri dan BerdayaMasyarakat Mandiri dan Berdaya

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dengan kasus yang terus berfluktuasi setiap tahun, terutama akibat perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, urbanisasi, serta perubahan iklim yang memperpanjang masa hidup nyamuk Aedes aegypti. Upaya pencegahan utama meliputi PSN 3M Plus, pemberdayaan kader jumantik, serta inovasi seperti teknologi Wolbachia, namun tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran, dan resistensi nyamuk terhadap insektisida masih menghambat efektivitas program. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta serta pendekatan edukasi yang kreatif dan berkelanjutan diperlukan untuk menekan angka penularan DBD secara signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat SEMAR DBD dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan lima aksi utama: 1) Serbu Sarang Nyamuk (pemeriksaan rumah dan lingkungan), 2) Eradikasi Jentik Nyamuk (pemberian larvasida dan pembersihan wadah air), 3) Modifikasi Lingkungan Sehat (perbaikan drainase dan penghijauan), 4) Antisipasi Genangan Air (pembagian penutup wadah dan pelatihan pot anti‑nyamuk), dan 5) Rutin Melaksanakan PSN (pembentukan kelompok jumantik mandiri). Metode ini didukung dengan pendampingan intensif, pembagian paket PSN (sikat, ember, abate), dan sistem pemantauan berbasis komunitas. Hasilnya, program berhasil meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 65 % menjadi 92 %, menumbuhkan kesadaran mandiri masyarakat dalam PSN, serta mengurangi kasus DBD di wilayah sasaran, membuktikan efektivitas pendekatan kolaboratif dalam pencegahan DBD berbasis masyarakat.

Program pengabdian masyarakat SEMAR DBD berhasil mengintegrasikan lima aksi utama—serbu sarang nyamuk, eradikasi jentik nyamuk, modifikasi lingkungan sehat, antisipasi genangan air, dan rutin melaksanakan PSN—menjadi strategi komprehensif pencegahan DBD berbasis partisipasi masyarakat.Melalui kolaborasi antara kader kesehatan, pemerintah setempat, dan warga, program ini menurunkan Angka Bebas Jentik secara signifikan dan meningkatkan kesadaran serta perubahan perilaku masyarakat terhadap pengendalian vektor.Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa pendekatan edukatif‑partisipatif dengan pemberdayaan masyarakat sebagai aktor utama merupakan kunci efektivitas pencegahan DBD jangka panjang.

Sebuah studi berikutnya dapat meneliti efektivitas pelatihan berbasis video interaktif yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan warga untuk meningkatkan pemahaman dan praktik PSN, serta menilai apakah pendekatan ini dapat mempercepat perubahan perilaku dibandingkan pelatihan tatap muka tradisional. Penelitian tambahan sebaiknya mengeksplorasi integrasi teknologi blockchain dalam sistem monitoring PSN, memastikan transparansi dan akuntabilitas data pengawasan lingkungan di tingkat RT, dan menilai dampaknya terhadap partisipasi masyarakat jangka panjang. Selain itu, evaluasi kuasi‑eksperimental dapat dilakukan untuk mengukur dampak sinergi antara adaptasi program SEMAR DBD dengan kebijakan lokal, seperti peraturan menegakkan PSN rutin, dan mengidentifikasi elemen kunci yang memfasilitasi penerapan model ini di daerah endemik lain dengan karakteristik sosial‑ekonomi berbeda.

Read online
File size253.59 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test