MALAHAYATIMALAHAYATI
Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia KesmasDemam berdarah dengue merupan penyakit infeksi disebabkan oleh virus dengue dengan vektor perantara nyamuk Aedes aegypti. Saat ini jumlah kasus DBD mencapai 71.633, salah satu kasus tertinggi yaitu terjadi di provinsi lampung dengan IR 64,4/100.000 penduduk, CFR 0,3 %. Seiring meningkatnya DBD pemerintah memberikan kebijaka terhadap pencegahan DBD dengan cara melakukan PSN 3M Plus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan penyakit DBD di desa muara gading mas kecamatan labuhan maringgai kabupaten lampung timur. Metode yang digunakan observasional pendekatan cross sectional, dibutuhkan 94 sampel, pemilihan sampe berdasarkan kriteria insklusi dan eksklusi lalu menggunakan teknik sample random sampling, data diambil menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan, kemudian dioleh dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat yaitu uji chii-square. Hasil perilaku pencegahan dengan hubungan pengetahuan didapatkan p-value 0,001 dan dengan hubungan tingkat pendidikan masyarakat didapatkan p-value 0,001. Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD di desa muara gading mas kecamatan labuhan maringgai kabupaten lampung timur. Pengendalian lingkungan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku pencegahan DBD.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan serta tingkat pendidikan dengan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue.Masyarakat dengan pengetahuan dan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki perilaku pencegahan yang lebih baik.Temuan ini diperoleh dari studi yang dilakukan di Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Penelitian ini membuka peluang untuk kajian lebih lanjut yang lebih mendalam. Pertama, alih-alih hanya fokus pada pengetahuan dan pendidikan, penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi perilaku, seperti peran tokoh masyarakat, ketersediaan alat PSN, atau norma sosial yang berlaku di desa. Kedua, karena penelitian ini menyarankan peningkatan pengetahuan, suatu penelitian intervensi dapat membandingkan efektivitas metode edukasi yang berbeda, seperti antara penyuluhan kelompok dengan demonstrasi langsung atau penggunaan media audiovisual, untuk melihat mana yang paling berhasil mengubah perilaku masyarakat secara nyata. Ketiga, untuk mengetahui dampak jangka panjang, diperlukan penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal yang mengamati apakah perubahan perilaku yang baik setelah edukasi dapat bertahan dalam waktu lama atau justru menurun kembali. Penelitian ini juga bisa meneliti alasan di balik temuan yang bertolak belakang di daerah lain, di mana pengetahuan tinggi tidak selalu diikuti perilaku baik, dengan melakukan studi kualitatif untuk memahami konteks lokal yang unik.
| File size | 228.49 KB |
| Pages | 7 |
| Short Link | https://juris.id/p-2bG |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Ketidakmampuan untuk memberikan layanan yang cepat dan konsisten dapat mengurangi kepuasan pelanggan dan daya saing kafe di tengah kompetisi yang ketat.Ketidakmampuan untuk memberikan layanan yang cepat dan konsisten dapat mengurangi kepuasan pelanggan dan daya saing kafe di tengah kompetisi yang ketat.
TYARLYTATYARLYTA Rata-rata peserta dapat menjawab dengan benar terkait HIV AIDS serta kebutuhan gizi bagi ODHA. Faktor pendukung kegiatan ini di antaranya adanya kerjaRata-rata peserta dapat menjawab dengan benar terkait HIV AIDS serta kebutuhan gizi bagi ODHA. Faktor pendukung kegiatan ini di antaranya adanya kerja
CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND Perawatan keperawatan yang komprehensif sangat penting dalam mengatasi gangguan kognitif, masalah komunikasi, dan masalah keamanan fisik pada lansia denganPerawatan keperawatan yang komprehensif sangat penting dalam mengatasi gangguan kognitif, masalah komunikasi, dan masalah keamanan fisik pada lansia dengan
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG 1) perasaan emosional Caregiver, 2) peran Caregiver dalam menjalankan fungsi perawatan kesehatan, 3) pemahaman Caregiver dalam merawat pasien, dan 4) makna1) perasaan emosional Caregiver, 2) peran Caregiver dalam menjalankan fungsi perawatan kesehatan, 3) pemahaman Caregiver dalam merawat pasien, dan 4) makna
AMAYOGYAKARTAAMAYOGYAKARTA Metode kuantitatif digunakan, sampel sensus sebanyak 45 guru TK. Instrumen kuesioner teruji valid dan reliabel. Hasil regresi dan uji Sobel menunjukkan:Metode kuantitatif digunakan, sampel sensus sebanyak 45 guru TK. Instrumen kuesioner teruji valid dan reliabel. Hasil regresi dan uji Sobel menunjukkan:
AMAYOGYAKARTAAMAYOGYAKARTA 096) < f table (3. 09) and the level of significance (0. 129) > (0. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan secara096) < f table (3. 09) and the level of significance (0. 129) > (0. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan secara
AMAYOGYAKARTAAMAYOGYAKARTA Berdasarkan hasil uji t Kualitas Pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat pada Pelayanan Puskesmas Mulia Baru Kab. Hal ini ditunjukkanBerdasarkan hasil uji t Kualitas Pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat pada Pelayanan Puskesmas Mulia Baru Kab. Hal ini ditunjukkan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Faktor-faktor seperti usia (36-55 tahun), tingkat pendidikan (SMA), jenis kelamin (laki-laki), status pekerjaan (anggota POLRI), lamanya menderita DM (lebihFaktor-faktor seperti usia (36-55 tahun), tingkat pendidikan (SMA), jenis kelamin (laki-laki), status pekerjaan (anggota POLRI), lamanya menderita DM (lebih
Useful /
ZAMRONEDUZAMRONEDU Both groups improved, but the experimental group achieved a larger mean gain ( 20.67) than the control ( 10.31), a statistically significant difference.Both groups improved, but the experimental group achieved a larger mean gain ( 20.67) than the control ( 10.31), a statistically significant difference.
MALAHAYATIMALAHAYATI Merancang capaian ranah proses pembelajaran terkait substansi deteksi dini kanker payudara dalam pelatihan kesehatan perlu dilakukan hingga sampai padaMerancang capaian ranah proses pembelajaran terkait substansi deteksi dini kanker payudara dalam pelatihan kesehatan perlu dilakukan hingga sampai pada
MALAHAYATIMALAHAYATI Sampel dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil yang ada di RSUD Kota Sabang dengan total sampling 320 orang. Analisis data menggunakan uji Chi‑SquareSampel dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil yang ada di RSUD Kota Sabang dengan total sampling 320 orang. Analisis data menggunakan uji Chi‑Square
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 44Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 44