UNSRATUNSRAT
SSJSSJDiabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Data menunjukkan prevalensi DM yang terus meningkat dimana penyakit ini tidak hanya terjadi pada lansia namun termasuk yang berusia muda. Kurangnya pengetahuan tentang DM dan perubahan gaya hidup serba instan berkontribusi terhadap tingginya penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk skrining DM pada usia muda dan memberikan edukasi tentang DM, resiko, komplikasi dan penangananya. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu. Mitra yang terlibat pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah pemuda Gmim Elim dan Nimahesaan Pinaras. Hasil kegiatan pengabdian menujukkan mitra telah terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang DM dan beberapa peserta berkomitmen untuk memulai pola hidup sehat. Hasil skrining kadar glukosa darah menunjukkan 100% mitra peserta memiliki kadar glukosa darah sewaktu ≤ 200 mg/dL yang menunjukkan masih termasuk dalam rentang normal. Skrining DM penting untuk dilakukan sehingga mitra telah mengetahui status kesehatan mereka dan dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak menderita DM.
Hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dapat disimpulkan mitra telah memahami materi tentang DM yang benar, mencakup gejala, kompikasi dan cara pencegannya.Berdasarkan hasil skrining kada glukosa darah menunjukkan semua peserta memiliki kada glukosa ≤ 200mg/dL.Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi mitra sehingga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.
Penelitian lanjutan dapat meneliti apakah peningkatan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan pengabdian berujung pada perubahan perilaku jangka panjang pada pemuda, misalnya melalui survei tindak lanjut setelah enam bulan untuk menilai adopsi pola hidup sehat. Selanjutnya, perlu dieksplorasi efektivitas media edukasi alternatif, seperti aplikasi seluler dibandingkan leaflet tradisional, dalam meningkatkan pemahaman tentang risiko dan pencegahan diabetes di kalangan remaja. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk mengukur prevalensi prediabetes menggunakan pemeriksaan HbA1c pada kelompok usia serupa, sehingga memberikan gambaran lebih akurat tentang status metabolik dan faktor risiko yang belum terdeteksi melalui skrining glukosa sewaktu.
| File size | 338.65 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKMKSSTIKMKS Seluruh responden berasal dari suku Bugis, sebagian besar berstatus kawin (96,5%), dan 60% memiliki riwayat keluarga DM. Kesimpulan: Kejadian DM di wilayahSeluruh responden berasal dari suku Bugis, sebagian besar berstatus kawin (96,5%), dan 60% memiliki riwayat keluarga DM. Kesimpulan: Kejadian DM di wilayah
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada penderita diabetes melitus yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Cepogo.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada penderita diabetes melitus yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Cepogo.
MALAHAYATIMALAHAYATI Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapatSampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas aktifitas fisik dan pola makan terhadap kecepatan pengendalian kadar gula darah. Penelitian iniPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas aktifitas fisik dan pola makan terhadap kecepatan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin. Penderita DM termasuk kelompok yang berisikoDiabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin. Penderita DM termasuk kelompok yang berisiko
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan tentang DM pada siswa SMA N 2 kelas XII Kota Pekalongan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei denganTujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan tentang DM pada siswa SMA N 2 kelas XII Kota Pekalongan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei dengan
ITKESWHSITKESWHS Ketika seseorang mengalami gejala psikosomatik, maka ia bisa merasakan gejala seperti penyakit COVID-19, yakni merasa demam, pusing, atau sakit tenggorokan,Ketika seseorang mengalami gejala psikosomatik, maka ia bisa merasakan gejala seperti penyakit COVID-19, yakni merasa demam, pusing, atau sakit tenggorokan,
UMJAMBIUMJAMBI Sedangkan dari hasil analisis Regresi untuk melihat Pengaruh secara bersama-sama (secara simultan) terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel dependentSedangkan dari hasil analisis Regresi untuk melihat Pengaruh secara bersama-sama (secara simultan) terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel dependent
Useful /
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Hasil penelitian menunjukkan media audiovisuall yang dikembangkan dinilai sangat layak oleh ahli materi pelajaran dan media, mendapat tanggapan positifHasil penelitian menunjukkan media audiovisuall yang dikembangkan dinilai sangat layak oleh ahli materi pelajaran dan media, mendapat tanggapan positif
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR coli. Analisis statistik Kruskal‑Wallis mengonfirmasi terdapat perbedaan signifikan antara skor keamanan pangan dengan TPC serta E. coli, sedangkan tidakcoli. Analisis statistik Kruskal‑Wallis mengonfirmasi terdapat perbedaan signifikan antara skor keamanan pangan dengan TPC serta E. coli, sedangkan tidak
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Konsumsi Zat Gizi Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Stunting adalah status gizi yang ditunjukkan oleh panjangHubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Konsumsi Zat Gizi Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Stunting adalah status gizi yang ditunjukkan oleh panjang
UMJAMBIUMJAMBI Berdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung 5,467 lebih besar dari ttabel 2,0484, maka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompetensi IndividuBerdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung 5,467 lebih besar dari ttabel 2,0484, maka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Individu