INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO
BASICABASICAPenelitian ini meneliti penerapan metode takrir sebagai strategi pembelajaran tahfidz dalam sistem kurikulum formal di Madrasah Ibtidaiyah. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dan dilakukan di MI At‑Taqwa Bondowoso. Partisipan utama terdiri atas guru tahfidz, guru kelas tahfidz, siswa, dan orang tua yang turut berperan sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles‑Huberman yang mencakup reduksi data, presentasi data, dan pelurusan kesimpulan. Hasilnya menampilkan empat aspek utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat. Secara khusus, perencanaan meliputi penetapan target memorisasi satu juz per tahun, integrasi kurikulum, dan alokasi waktu pagi; pelaksanaan menekankan keseimbangan antara review (murojaah) dan penambahan memorisasi baru (binnadzor, bilghaib); evaluasi berbasis harian, mingguan, dan munaqosah semester; dan faktor pendukung meliputi peran guru, motivasi siswa, dan keterlibatan orang tua, sedangkan penghambat termasuk variasi kemampuan memorisasi, kurangnya review, dan keterbatasan waktu. Kesimpulan menunjukkan bahwa metode takrir secara positif menambah konsistensi, kualitas, dan keberlanjutan memorisasi siswa tanpa mengabaikan tuntutan kurikulum formal. Teoritisnya, studi ini menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis pengulangan, sedangkan praktisinya memperkuat perlunya strategi pembelajaran adaptif, manajemen waktu yang optimal, dan kolaborasi dengan orang tua. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi aplikasi metode serupa di konteks pendidikan lain serta memeriksa peran strategi pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas tahfidz.
Metode takrir di MI At‑Taqwa secara efektif meningkatkan konsistensi, kualitas, dan keberlanjutan memorisasi siswa melalui perencanaan terstruktur, keseimbangan antara review dan penambahan memorisasi, serta evaluasi bertingkat.Faktor pendukung utamanya adalah peran aktif guru, motivasi siswa, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatan meliputi variasi kemampuan, kurangnya review, dan keterbatasan waktu.Implikasi praktisnya menuntut strategi pembelajaran adaptif, pengelolaan waktu optimal, dan kolaborasi lintas stakeholder untuk memaksimalkan efisiensi program tahfidz di kurikulum formal.
Pertanyaan penelitian baru yang dapat diajukan meliputi (1) bagaimana efektivitas model takrir yang diadaptasi dengan teknologi digital (misalnya aplikasi pembelajaran berulang) dibandingkan dengan metode takrir tradisional dalam meningkatkan retensi memorisasi siswa Madrasah Ibtidaiyah? (2) apa dampak kolaborasi intensif antara guru tahfidz dan wali kelas terhadap motivasi belajar dan konsistensi review memorisasi di luar jam sekolah? dan (3) bagaimana desain intervensi berbasis analisis data real-time (misalnya penggunaan sensor pengenalan suara) dapat mempersonalisasi strategi takrir untuk siswa dengan perbedaan kemampuan memorisasi? Penelitian-penelitian tersebut dapat mengisi kekosongan literatur yang ada, memperluas pemahaman tentang integrasi teknologi, memperkuat peran lembaga dan keluarga, serta memanfaatkan data analitik untuk mengoptimalkan efektivitas metode takrir di lingkungan pendidikan formal.
- Multisensory Approach in Memorizing the Al-Quran for Early Childhood: Integration of the Tradition of... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/5326Multisensory Approach in Memorizing the Al Quran for Early Childhood Integration of the Tradition of journal staihubbulwathan index php alishlah article view 5326
- The Contribution of Arabic Reading Skills to Qur’anic Memorization: A Qualitative Study at an Indonesian... doi.org/10.32332/ijalt.v7i01.10767The Contribution of Arabic Reading Skills to QurAoanic Memorization A Qualitative Study at an Indonesian doi 10 32332 ijalt v7i01 10767
- Implementasi Metode Tāsmiʿ dalam Menjaga Kualitas Hafalan Al-Qur’an Santri Putri Bait Tāḥfiẓh... doi.org/10.58577/dimar.v6i2.278Implementasi Metode TAsmi dalam Menjaga Kualitas Hafalan Al QurAoan Santri Putri Bait TAufieh doi 10 58577 dimar v6i2 278
| File size | 691.7 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, serta analisis data kuantitatif. Subjek penelitian adalah anak kelompok A. 2 di RA SyaamilaPengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, serta analisis data kuantitatif. Subjek penelitian adalah anak kelompok A. 2 di RA Syaamila
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Lebih lanjut lagi, hambatan motorik yang dialami peserta didik terbukti tidak berhenti pada aspek mekanis, melainkan turut memengaruhi dimensi afektifLebih lanjut lagi, hambatan motorik yang dialami peserta didik terbukti tidak berhenti pada aspek mekanis, melainkan turut memengaruhi dimensi afektif
STAIDHTULUNGAGUNGSTAIDHTULUNGAGUNG Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih bermakna, selaras dengan tujuan pendidikan Islam dan nasional dalam membentuk generasi yang berakhlakDengan demikian, pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih bermakna, selaras dengan tujuan pendidikan Islam dan nasional dalam membentuk generasi yang berakhlak
IVETIVET Permainan ini mampu menyatukan berbagai mata pelajaran dan untuk pemilihan mata pelajaran bisa bervariasi sesuai dengan kebutuhan, pada saat kami melakukanPermainan ini mampu menyatukan berbagai mata pelajaran dan untuk pemilihan mata pelajaran bisa bervariasi sesuai dengan kebutuhan, pada saat kami melakukan
SGTSGT Temuan penelitian mengenai pengembangan penilaian pada tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (MI/SD) menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengevaluasiTemuan penelitian mengenai pengembangan penilaian pada tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (MI/SD) menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengevaluasi
JSSSJSSS Pandangan ini telah menjadi motivasi tersendiri bagi setiap institusi pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di bidang manajemenPandangan ini telah menjadi motivasi tersendiri bagi setiap institusi pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di bidang manajemen
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre Experiment Design, menerapkan model pembelajaran PBL berbasis digital menggunakan videoPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre Experiment Design, menerapkan model pembelajaran PBL berbasis digital menggunakan video
AFEKSIAFEKSI Buah tomat merupakan sumber protein, lemak, vitamin dan mineral, tetapi juga mengandung zat bioaktif seperti likopen, vitamin A, vitamin C, solanin, saponin,Buah tomat merupakan sumber protein, lemak, vitamin dan mineral, tetapi juga mengandung zat bioaktif seperti likopen, vitamin A, vitamin C, solanin, saponin,
Useful /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO The findings show four main patterns. First, the use of animation-based multimedia increased students interest in learning because lessons were perceivedThe findings show four main patterns. First, the use of animation-based multimedia increased students interest in learning because lessons were perceived
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Short-interval training is a structured exercise model performed at moderate to high intensity with brief recovery periods, designed to develop physicalShort-interval training is a structured exercise model performed at moderate to high intensity with brief recovery periods, designed to develop physical
SGTSGT Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDIT SUIS Bogor, yang meliputi aspek etos kerja, kewibawaan,Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDIT SUIS Bogor, yang meliputi aspek etos kerja, kewibawaan,
SGTSGT Penelitian ini memberikan model konseptual adaptif yang menggarisbawahi urgensi memasukkan spiritualitas ke dalam pendidikan literasi digital sejak usiaPenelitian ini memberikan model konseptual adaptif yang menggarisbawahi urgensi memasukkan spiritualitas ke dalam pendidikan literasi digital sejak usia