JSSSJSSS
Journal of Social ScienceJournal of Social ScienceKesadaran masyarakat Indonesia terhadap layanan pendidikan berkualitas semakin tinggi, karena diyakini bahwa pendidikan berkualitas akan menghasilkan output yang berkualitas pula. Pandangan ini telah menjadi motivasi tersendiri bagi setiap institusi pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di bidang manajemen pendidikan yang akuntabel, transparan dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Berdasarkan penelitian terhadap Madrasah Ibtidaiyah Ad Dimyati, AL HUDA dan YAPISPA 1 di Kota Bandung, dapat disimpulkan bahwa tujuan peningkatan kualitas guru dari Kementerian Agama dan ketiga madrasah tersebut semuanya memiliki tujuan, dan secara umum tujuan peningkatan kualitas guru di ketiga madrasah tersebut mengacu pada visi misi masing-masing sekolah, tetapi perbedaan terletak pada Pelaksanaan Tujuan dan Program Peningkatan Kualitas Guru di ketiga Madrasah tersebut secara umum telah dilakukan secara setara sesuai dengan program yang direncanakan.Masalah yang dihadapi dalam Tujuan dan Program Peningkatan Kualitas Guru di Kementerian Agama dan di ketiga Madrasah tersebut, antara lain di Kementerian Agama yaitu kurangnya pengawas, kesibukan pengawas dan kesempatan guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan program di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Agama sangat terbatas.Sedangkan solusi dan upaya perbaikan di masa depan di ketiga Madrasah tersebut telah dilakukan.Namun, perbedaan di Kemenag yaitu dengan mensosialisasikan kegiatan Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan, Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pengembangan Siswa, Pengembangan Fasilitas dan Infrastruktur, Pengembangan Kelembagaan dan Sistem Informasi, sedangkan di tiga Madrasah solusi dilakukan melalui pemberian bimbingan, Pendidik dan tenaga kependidikan yang mendukung program sekolah, pelatihan, seminar atau workshop guru, mengikuti, kerjasama dengan pihak terkait baik swasta maupun negara.
Untuk meningkatkan kualitas guru di madrasah, perlu dilakukan pengembangan sumber daya manusia yang optimal, sehingga outputnya memiliki kualitas yang sesuai dengan harapan. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan workshop. Selain itu, penting juga untuk menciptakan hubungan yang baik antara kepala sekolah dan guru agar tercipta iklim kerja yang kondusif dan menyenangkan. Strategi lain yang dapat diterapkan adalah dengan melakukan perencanaan strategis yang komprehensif, termasuk analisis internal dan eksternal, serta penentuan strategi dan program yang tepat. Dengan demikian, madrasah dapat mengembangkan kualitas pendidikannya secara berkelanjutan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
| File size | 213.93 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai‑nilai karakter Semar sebagai tokoh Punakawan dan relevansinya terhadap kompetensi pribadi dan sosialPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai‑nilai karakter Semar sebagai tokoh Punakawan dan relevansinya terhadap kompetensi pribadi dan sosial
AFEKSIAFEKSI Aktivitas belajar juga meningkat dari 60% (pra-siklus) menjadi 71,3% (siklus I) dan 84,2% (siklus II). Disimpulkan bahwa video animasi Youtube efektifAktivitas belajar juga meningkat dari 60% (pra-siklus) menjadi 71,3% (siklus I) dan 84,2% (siklus II). Disimpulkan bahwa video animasi Youtube efektif
AFEKSIAFEKSI Rendahnya penguasaan kosakata sering berdampak pada kurangnya keberanian dan motivasi siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, sehingga diperlukanRendahnya penguasaan kosakata sering berdampak pada kurangnya keberanian dan motivasi siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, sehingga diperlukan
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan multimedia pembelajaran menggunakan Google Sites pada materi Zat dan Perubahannya kelas VIIPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan multimedia pembelajaran menggunakan Google Sites pada materi Zat dan Perubahannya kelas VII
AFEKSIAFEKSI Salah satu elemen yang berkontribusi terhadap minimnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah metode penyampaian materi oleh guru, khususnyaSalah satu elemen yang berkontribusi terhadap minimnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah metode penyampaian materi oleh guru, khususnya
AFEKSIAFEKSI Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan melalui pengujianInstrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan melalui pengujian
AFEKSIAFEKSI TPQ merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal di tengah masyarakat. TPQ bukan hanya tempat untuk belajar membaca Al-Quran, tetapi juga sebagaiTPQ merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal di tengah masyarakat. TPQ bukan hanya tempat untuk belajar membaca Al-Quran, tetapi juga sebagai
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta teknik triangulasi. Informan dalam penelitian ialah kepala sekolah, operator,Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta teknik triangulasi. Informan dalam penelitian ialah kepala sekolah, operator,
Useful /
AFEKSIAFEKSI Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen pretest-posttest group design, penelitian ini melibatkan 60 siswa yang dibagi menjadiMenggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen pretest-posttest group design, penelitian ini melibatkan 60 siswa yang dibagi menjadi
AFEKSIAFEKSI Mengingat keragaman budaya Indonesia, moderasi beragama penting untuk mendorong pola pikir yang seimbang, toleran, dan menghargai perbedaan individu. PenelitianMengingat keragaman budaya Indonesia, moderasi beragama penting untuk mendorong pola pikir yang seimbang, toleran, dan menghargai perbedaan individu. Penelitian
AFEKSIAFEKSI Implementasinya dilakukan secara holistik melalui lima jalur utama yaitu integrasi kurikulum, kebijakan dan kepemimpinan, penguatan pendidik, budaya sekolah,Implementasinya dilakukan secara holistik melalui lima jalur utama yaitu integrasi kurikulum, kebijakan dan kepemimpinan, penguatan pendidik, budaya sekolah,
AFEKSIAFEKSI Dari hasil penelitian dan tahapan pengembangan yang sudah dilaksanakan, diperoleh kesimpulan bahwa LKPD berbasis Team Game Tournament (TGT) terhadap pikatanDari hasil penelitian dan tahapan pengembangan yang sudah dilaksanakan, diperoleh kesimpulan bahwa LKPD berbasis Team Game Tournament (TGT) terhadap pikatan