INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO
BASICABASICAThis study examines the use of animation-based interactive multimedia in classroom learning at Madrasah Ibtidaiyah and its contribution to students learning engagement and conceptual understanding. The research employed a qualitative case study design at MI Nurul Munim. The primary participants were 20 students who experienced classroom learning through animation-based interactive multimedia, while the classroom teacher served as a supporting informant. Data were collected through classroom observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings show four main patterns. First, the use of animation-based multimedia increased students interest in learning because lessons were perceived as more attractive and less monotonous. Second, it strengthened classroom engagement, as students became more active in asking questions, responding to the teacher, and participating in guided activities. Third, the media helped students understand lesson content more easily because visual movement, sound, and sequence made abstract material more concrete. Fourth, it supported early information literacy, especially in following visual instructions, recognizing symbols, and identifying simple digital information. The study concludes that animation-based interactive multimedia contributes to a more active, enjoyable, and student-centered learning environment in Madrasah Ibtidaiyah.
This study concludes that animation-based interactive multimedia contributes positively to learning at MI Nurul Munim by increasing students interest in learning, strengthening classroom engagement, improving conceptual understanding, and supporting early information literacy.These findings answer the main objective of the study, namely to examine how animation-based interactive multimedia shapes students learning experience in Madrasah Ibtidaiyah.Theoretically, the study strengthens the argument that multimedia-based learning becomes more meaningful when it is aligned with the developmental characteristics of young learners and the interactional needs of the classroom.In practice, it suggests that teachers in Madrasah Ibtidaiyah should integrate digital media in a purposeful, pedagogically guided way.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas animasi interaktif multimedia dalam meningkatkan pemahaman konsep sains pada siswa Madrasah Ibtidaiyah, dengan fokus pada materi yang abstrak dan sulit divisualisasikan. Pertanyaan penelitian ini dapat difokuskan pada bagaimana animasi interaktif dapat membantu siswa membangun model mental yang lebih akurat dan relevan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik animasi interaktif yang paling efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MI. Hal ini dapat melibatkan eksperimen dengan berbagai gaya animasi, tingkat interaktivitas, dan elemen gamifikasi. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana guru dapat dilatih untuk merancang dan mengintegrasikan animasi interaktif multimedia secara efektif dalam pembelajaran, dengan mempertimbangkan karakteristik perkembangan siswa MI dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan praktik pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif di Madrasah Ibtidaiyah.
- Artificial Intelligence in Higher Education: Perspicacity Relation between Educators and Students | Bali... doi.org/10.46843/jiecr.v3i2.88Artificial Intelligence in Higher Education Perspicacity Relation between Educators and Students Bali doi 10 46843 jiecr v3i2 88
- Login | PSEJ (Pancasakti Science Education Journal). psej pancasakti science education journal main navigation... doi.org/10.24905/psej.v4i1.1126Login PSEJ Pancasakti Science Education Journal psej pancasakti science education journal main navigation doi 10 24905 psej v4i1 1126
- Inovasi Metode Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD | Sport, Pedagogik, Recreation... doi.org/10.35438/sparta.v7i1.252Inovasi Metode Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD Sport Pedagogik Recreation doi 10 35438 sparta v7i1 252
- Pengembangan Indikator Pembelajaran Aktif, Inovatif, Komunikatif, Efektif, dan Menyenangkan untuk Meningkatkan... jurnal.itscience.org/index.php/educendikia/article/view/3954Pengembangan Indikator Pembelajaran Aktif Inovatif Komunikatif Efektif dan Menyenangkan untuk Meningkatkan jurnal itscience index php educendikia article view 3954
| File size | 3.39 MB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UMUM Desain eksperimen pretest-posttest single-group digunakan, melibatkan 62 peserta yang dibagi menjadi kelompok eksperimental dan kontrol. Data dikumpulkanDesain eksperimen pretest-posttest single-group digunakan, melibatkan 62 peserta yang dibagi menjadi kelompok eksperimental dan kontrol. Data dikumpulkan
IBNTEGALIBNTEGAL Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kegiatan pembiasaan keagamaan ini sangat berpengaruh pada karakter siswa, dimana siswa mampu menjadi pribadi yang disiplin,Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kegiatan pembiasaan keagamaan ini sangat berpengaruh pada karakter siswa, dimana siswa mampu menjadi pribadi yang disiplin,
IBNTEGALIBNTEGAL Pendidikan merupakan suatu proses perubahan manusia baik terkait pada aspek sikap, keterampilan maupun pengetahuan. Salah satu aspek yang mendorong terjadinyaPendidikan merupakan suatu proses perubahan manusia baik terkait pada aspek sikap, keterampilan maupun pengetahuan. Salah satu aspek yang mendorong terjadinya
IBNTEGALIBNTEGAL Alat pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Inovasi pembelajaranAlat pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Inovasi pembelajaran
IBNTEGALIBNTEGAL Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisisAdapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis
IBNTEGALIBNTEGAL Guru yang belum memahami tentang kurikulum merdeka ini memiliki gambaran tentang Kurikulum Merdeka. Salah satu cara mempelajari sistem kurikulum merdekaGuru yang belum memahami tentang kurikulum merdeka ini memiliki gambaran tentang Kurikulum Merdeka. Salah satu cara mempelajari sistem kurikulum merdeka
IBNTEGALIBNTEGAL Tujuan dari observasi ini adalah memahami reward dan punishment dalam membentuk karakter kedisiplinan santri. Jenis penelitian ini menggunakan penelitianTujuan dari observasi ini adalah memahami reward dan punishment dalam membentuk karakter kedisiplinan santri. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian
IBNTEGALIBNTEGAL Implementasi teknologi dalam pendidikan menghadapi sejumlah tantangan. Kesenjangan digital, kesiapan tenaga pengajar, dan potensi gangguan akibat perangkatImplementasi teknologi dalam pendidikan menghadapi sejumlah tantangan. Kesenjangan digital, kesiapan tenaga pengajar, dan potensi gangguan akibat perangkat
Useful /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO 010 < 0. 05), yang menjelaskan 22,8% varians dalam hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa sifat-sifat karakter seperti disiplin, tanggung jawab,010 < 0. 05), yang menjelaskan 22,8% varians dalam hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa sifat-sifat karakter seperti disiplin, tanggung jawab,
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan menggunakan metode edukasi melalui ceramah, tanya jawab, dan evaluasi sumatif. Hasil evaluasi menunjukkanKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan menggunakan metode edukasi melalui ceramah, tanya jawab, dan evaluasi sumatif. Hasil evaluasi menunjukkan
UPN VeteranUPN Veteran Selain itu, responden memahami pentingnya WASS dalam menjamin keamanan data pribadi mereka. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation ModelSelain itu, responden memahami pentingnya WASS dalam menjamin keamanan data pribadi mereka. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Model
UGMUGM 55% pada arah longitudinal dan maksimum 5. Pada rentang kedalaman (depth) 50% - 60% defect menunjukkan konvergensi antara data analitikal dan data hasil55% pada arah longitudinal dan maksimum 5. Pada rentang kedalaman (depth) 50% - 60% defect menunjukkan konvergensi antara data analitikal dan data hasil