STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Antenatal Care adalah layanan kesehatan berkala selama kehamilan yang diselenggarakan oleh profesional kesehatan seperti dokter kandungan, bidan, dokter umum, dan perawat untuk memastikan ibu hamil dapat menjalani kehamilan, persalinan, nifas dengan baik dan memiliki bayi yang sehat. Cakupan ANC K4 di Puskesmas Teluk Dalam menurun dari 96% pada tahun 2015 menjadi 85% pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara usia ibu, pendidikan, paritas, pengetahuan, kunjungan kelas ibu hamil, dan dukungan suami dengan pengetahuan ibu tentang toilet training di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin pada tahun 2017. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 84 responden dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan langsung kepada responden. Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dan Fisher Exact test dengan tingkat signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang melakukan Antenatal Care sesuai standar minimum (ANC K4) adalah 53,6%, sedangkan yang tidak melakukan Antenatal Care sesuai standar minimum (ANC K4) adalah 46,4%. Variabel yang berhubungan secara signifikan secara statistik dengan ANC K4 (p-value ≤ 0,05) adalah usia, pengetahuan, kunjungan kelas ibu hamil, dan dukungan suami.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang toilet training sebelum diberikan penyuluhan.Setelah diberikan penyuluhan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang toilet training.Terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah penyuluhan terhadap pengetahuan tentang toilet training pada ibu yang memiliki batita.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi pengetahuan ibu tentang toilet training, seperti tingkat pendidikan suami, akses informasi, dan dukungan dari keluarga besar. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas modul atau materi penyuluhan yang lebih komprehensif dan mudah dipahami oleh ibu-ibu, dengan mempertimbangkan karakteristik budaya dan sosial ekonomi masyarakat setempat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan desain studi intervensi yang lebih kuat, seperti randomized controlled trial, untuk menguji efektivitas berbagai metode penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik toilet training pada ibu dan anak, serta dampaknya terhadap kesehatan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.

Read online
File size136.23 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2oZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test