PPISHKPPISHK

Journal of Contemporary Governance and Public PolicyJournal of Contemporary Governance and Public Policy

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan Cakupan Kesehatan Universal (UHC) di Rumah Sakit Umum Kota Mataram—sebuah fasilitas rujukan yang terletak di daerah rawan secara sosial‑ekonomi dan bergantung pada sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kualitas layanan dievaluasi melalui tiga dimensi: (1) kualitas layanan administratif, (2) aksesibilitas layanan kesehatan, dan (3) kualitas layanan klinis, dengan mengaitkannya pada tantangan pencapaian SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 1 (Tidak Ada Kemiskinan), dan SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan). Dengan desain kualitatif deskriptif, kami melakukan wawancara, observasi, dan analisis dokumen, serta mengkodekan data menggunakan NVivo 12 Plus. Temuan menunjukkan bahwa proses administratif telah mengalami perbaikan dalam hal kejelasan, kecepatan, dan kemudahan pendaftaran; namun responsivitas serta waktu tunggu yang lama masih tetap ada. Platform digital telah meningkatkan akses, tetapi hambatan geografis dan kesenjangan digital terus membatasi keadilan. Secara keseluruhan, kualitas klinis dinilai memuaskan namun terbatas oleh kurangnya empati dan komunikasi yang tidak optimal dari tenaga kesehatan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menunjukkan bagaimana kendala sistemik—alokasi sumber daya yang tidak merata, kekurangan tenaga kerja, dan defisit infrastruktur—menghambat tujuan UHC di wilayah rentan yang bergantung pada pariwisata. Implikasi kebijakan mencakup kebutuhan perencanaan berbasis wilayah, koordinasi antar‑lembaga yang lebih kuat, serta inovasi yang sensitif terhadap konteks untuk menyampaikan layanan yang lebih adil dan inklusif di seluruh Nusa Tenggara Barat.

Implementasi Cakupan Kesehatan Universal (UHC) di Rumah Sakit Kota Mataram terkait dengan tingkat kepuasan komunitas yang tinggi, terutama melalui perbaikan kualitas layanan administratif, aksesibilitas layanan kesehatan, dan kualitas layanan kesehatan.Bukti tingkat mikro dari wawancara, observasi, dan analisis dokumen (dikelola dan dikodekan dalam NVivo 12 Plus) menunjukkan bahwa pendaftaran yang dipercepat, informasi yang lebih jelas, dan akurasi data yang lebih baik mendukung persepsi positif.namun responsivitas staf dan waktu tunggu tetap menjadi kendala yang menurunkan kepuasan pada unit tertentu, sebagaimana tercermin dalam variasi CSI antar klinik.Temuan ini menegaskan premis dasar bahwa keberhasilan UHC tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan dasar, melainkan juga pada administrasi front‑line yang responsif, komunikasi yang efektif, serta kapasitas operasional untuk memberikan layanan secara konsisten di semua unit dan sepanjang waktu.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi sejauh mana sistem antrian digital yang terintegrasi mempengaruhi waktu tunggu dan kepuasan pasien di wilayah terpencil serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memperlambat adopsi teknologi tersebut. Selain itu, studi komparatif antara layanan tele‑health mobile dan layanan konvensional pada pulau‑pulau periferal dapat menilai dampak intervensi tersebut terhadap aksesibilitas layanan kesehatan, terutama dalam konteks geografis yang sulit dijangkau. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang mengaitkan mekanisme jaminan mutu administratif dengan indikator kesehatan ibu‑anak, seperti prevalensi stunting dan mortalitas neonatal, dapat mengungkap kontribusi peningkatan tata kelola administratif terhadap hasil kesehatan populasi rentan. Ketiga arah penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris yang lebih spesifik untuk memperkuat kebijakan UHC yang inklusif dan responsif di Nusa Tenggara Barat. Pendekatan mixed‑methods yang menggabungkan analisis kuantitatif data antrian dengan wawancara mendalam dapat meningkatkan validitas temuan dan memberikan gambaran komprehensif tentang faktor struktural dan perilaku. Selain itu, evaluasi biaya‑manfaat dari intervensi digital dan tele‑health akan membantu pembuat kebijakan dalam mengalokasikan sumber daya secara efisien untuk mencapai tujuan UHC di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

  1. Universal Health Coverage and Hospital Service Satisfaction in Socio-Economically Vulnerable Tourism... journal.ppishk.org/index.php/jcgpp/article/view/705Universal Health Coverage and Hospital Service Satisfaction in Socio Economically Vulnerable Tourism journal ppishk index php jcgpp article view 705
  1. #kepuasan layanan rumah sakit#kepuasan layanan rumah sakit
  2. #kualitas layanan#kualitas layanan
Read online
File size701.03 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-3aB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test