DINAMIKADINAMIKA

Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan MasyarakatSociety : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

Penguatan tata kelola desa melalui local wisdom dan simple digital technology adalah pendekatan strategis untuk mengatasi tantangan partisipasi dan transparansi. Program ini dilaksanakan di Desa Busalangga Barat, Rote Ndao, dengan tujuan merevitalisasi nilai lokal madene dan memperkenalkan sistem informasi administrasi desa berbasis Microsoft Excel VBA. Program ini menggunakan metode pendidikan masyarakat, simulasi teknologi, advokasi, mediasi, dan konsultasi, yang terstruktur dalam empat tahap: identifikasi masalah, pengembangan materi, implementasi inti, dan monitoring-evaluasi jarak jauh. Program ini dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemimpin tradisional, pejabat desa, pemuda, dan kelompok wanita. Diskusi ini menghasilkan kesadaran bersama bahwa madene, sebagai ekspresi budaya kerja sama, masih relevan dalam memulihkan tata kelola partisipatif dan praktik musyawarah desa. Pelatihan sistem memungkinkan pejabat desa mengelola data penduduk dan menghasilkan dokumen administratif secara otomatis. Aplikasi ini juga mengintegrasikan pembaruan populasi real-time, seperti perubahan akibat kelahiran, kematian, atau migrasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara nilai-nilai lokal dan teknologi digital yang tepat dapat mendorong transformasi sosial dan meningkatkan pelayanan publik di tingkat desa. Model ini dapat disesuaikan dan diadaptasi di konteks pedesaan lainnya dengan penyesuaian yang sesuai.

Kegiatan pengabdian di Desa Busalangga Barat menunjukkan bahwa integrasi strategi pemberdayaan yang menggabungkan kearifan lokal madene dengan inovasi teknologi tepat guna dapat menjadi model efektif dalam membangun tata kelola desa yang lebih partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.Pendekatan ini tidak hanya merevitalisasi nilai-nilai sosial tradisional sebagai sumber energi kolektif masyarakat, tetapi juga mengubahnya menjadi fondasi yang relevan bagi transformasi digital di tingkat desa.Melalui penerapan sistem informasi administrasi berbasis Microsoft Excel VBA, aparatur desa memperoleh instrumen yang sederhana namun fungsional untuk mewujudkan tata kelola yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.Selain itu, kolaborasi lintas wilayah antara tim pengabdi di Kupang dan aparatur desa di Pulau Rote membuktikan bahwa jarak geografis tidak menjadi hambatan berarti dalam proses pendampingan apabila ditunjang oleh komitmen, komunikasi yang intensif, dan pendekatan yang adaptif.Pengalaman ini memperlihatkan potensi pengembangan model tata kelola desa berbasis nilai lokal dan inovasi digital sebagai best practice yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakter sosial-budaya serupa.Ke depan, disarankan agar kegiatan lanjutan difokuskan pada penguatan kapasitas digital aparatur desa secara berkelanjutan melalui pelatihan lanjutan, serta integrasi sistem administrasi sederhana ini dengan platform digital desa yang lebih luas.Diperlukan pula kajian evaluatif jangka panjang untuk menilai sejauh mana inovasi berbasis nilai lokal dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat partisipasi warga, dan membangun legitimasi sosial pemerintahan desa.Dengan demikian, kolaborasi antara nilai budaya dan inovasi teknologi tidak hanya berfungsi sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai strategi kultural dalam memperkuat tata kelola desa di era transformasi digital.

1. Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian evaluatif jangka panjang untuk menilai dampak inovasi berbasis nilai lokal terhadap kualitas pelayanan publik, partisipasi warga, dan legitimasi sosial pemerintahan desa. Kajian ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keberlanjutan dan efektivitas model tata kelola desa yang dikembangkan. 2. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan kapasitas digital aparatur desa secara berkelanjutan. Pelatihan lanjutan dan integrasi sistem administrasi sederhana dengan platform digital desa yang lebih luas dapat menjadi fokus utama. Hal ini akan memastikan bahwa aparatur desa memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk mengelola sistem informasi dan meningkatkan efisiensi tata kelola desa. 3. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi lintas wilayah dalam penguatan tata kelola desa. Studi kasus yang melibatkan tim pengabdi di Kupang dan aparatur desa di Pulau Rote dapat menjadi dasar untuk mengembangkan model kolaborasi yang efektif dan adaptif, yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakter sosial-budaya serupa. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat tata kelola desa di era transformasi digital.

  1. The influence of accountability, transparency, participation, and characteristics of satya on the management... doi.org/10.31940/jasafint.v6i1.20-28The influence of accountability transparency participation and characteristics of satya on the management doi 10 31940 jasafint v6i1 20 28
  2. TATA KELOLA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA | JURNAL SOCIOPOLITICO. tata kelola pemerintah jurnal quick... doi.org/10.54683/sociopolitico.v3i2.42TATA KELOLA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA JURNAL SOCIOPOLITICO tata kelola pemerintah jurnal quick doi 10 54683 sociopolitico v3i2 42
Read online
File size702.34 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test