UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan AgribisnisJurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis

Kecamatan Poncokusumo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Malang yang merupakan kawasan sentra produksi buncis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pola saluran dan fungsi kelembagaan tataniaga buncis pada pasar konvensional, pasar swalayan dan pasar ekspor, (2) Perbedaan tingkat efisiensi tataniaga buncis antara pasar konvensional, pasar swalayan dan pasar ekspor dan (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan pelaku tataniaga pada pasar konvensional, pasar swalayan dan pasar ekspor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey pada sentra produksi buncis di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Jawa Timur. Sampel petani diambil dengan menggunakan simple random sampling dan didapatkan ukuran sampel petani pasar konvensional sebanyak 30 orang, pasar swalayan 15 orang dan pasar ekspor 5 orang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik snowball sampling dalam menentukan sampel pelaku tataniaga. Data yang dikumpulkan dianalisis meliputi analisis marjin tataniaga, farmers share, mark up, indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa farmers share paling besar pada saluran pasar konvensional yaitu sebesar 57,18%; Saluran pasar konvensional lebih efisien dibandingkan dengan saluran lainnya dengan indeks efisiensi teknis sebesar 3,87 dan indeks efisiensi ekonomis sebesar 1,83. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan pelaku tataniaga pada saluran pasar konvensional adalah volume penjualan, harga jual dan modal kerja; sedangkan pada saluran pasar swalayan adalah harga jual dan modal kerja.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola saluran tataniaga buncis di Kawasan Sentra Produksi Poncokusumo Kabupaten Malang meliputi saluran pasar konvensional, pasar swalayan, dan pasar ekspor.Harga yang diterima petani dari konsumen akhir (Farmers share) paling besar pada Saluran I (Pasar Konvensional) yaitu sebesar 57,18%.Saluran I menunjukkan efisiensi yang lebih konsisten dibandingkan saluran II dan III, dengan indeks efisiensi teknis sebesar 3,87 dan indeks efisiensi ekonomis sebesar 1,83.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran buncis, termasuk analisis peran kelompok tani dan koperasi dalam meningkatkan posisi tawar petani. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model rantai pasok buncis yang lebih efisien dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek pengurangan biaya transportasi, penanganan pasca panen yang lebih baik, dan peningkatan kualitas produk. Ketiga, penting untuk dilakukan analisis komparatif mengenai efisiensi dan profitabilitas berbagai strategi pemasaran buncis, seperti pemasaran langsung ke konsumen, pemasaran online, dan kerjasama dengan industri pengolahan makanan, untuk memberikan rekomendasi yang lebih spesifik kepada petani dan pelaku usaha lainnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan petani buncis dan mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan.

Read online
File size307.24 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test