UNIPASBYUNIPASBY

Jurnal Abadimas Adi BuanaJurnal Abadimas Adi Buana

Koperasi Pesantren Dwima Kulon Progo menghadapi tantangan signifikan dalam mencapai kemandirian dan keberlanjutan akibat kelemahan tata kelola, keterbatasan keterampilan pemasaran digital, dan kesulitan memperoleh modal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapabilitas koperasi melalui pendekatan penguatan kapabilitas berbasis masalah, yang dimulai dengan identifikasi permasalahan melalui wawancara mendalam dan diskusi interaktif bersama pengurus koperasi. Tiga masalah utama yang teridentifikasi kemudian menjadi dasar dalam penyusunan pelatihan yang mencakup penguatan tata kelola koperasi, strategi branding dan pemasaran digital, serta pengenalan crowdfunding sebagai alternatif sumber pendanaan. Pelatihan disampaikan dalam bentuk teori dan studi kasus untuk memberikan pemahaman yang aplikatif dan relevan dengan konteks koperasi. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pengurus koperasi. Wawancara lanjutan pasca-pelatihan juga mengonfirmasi dampak positif, di mana pengurus merasa lebih mampu mengidentifikasi solusi terhadap permasalahan internal dan memiliki optimisme lebih besar dalam mengembangkan koperasi. Pendampingan pasca-pelatihan memastikan implementasi berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mendorong kemandirian koperasi dan diharapkan dapat menjadi model bagi koperasi lain yang menghadapi tantangan serupa.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Koperasi Pesantren Dwima Kulon Progo berhasil mengidentifikasi tiga tantangan utama yang menghambat kinerja dan keberlanjutan koperasi, yaitu kelemahan dalam tata kelola, keterbatasan keterampilan pemasaran digital, dan kendala permodalan.Ketiga masalah ini berdampak signifikan pada efektivitas operasional koperasi, menghambat pengembangan usaha, dan memperlambat laju pertumbuhan koperasi dalam jangka panjang.Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, program pelatihan dan pendampingan dirancang dengan fokus pada penguatan tata kelola koperasi, pemasaran digital, dan pengenalan crowdfunding sebagai alternatif sumber pendanaan.Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pengurus koperasi setelah mengikuti pelatihan, yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta wawancara dengan peserta.Anggota koperasi melaporkan peningkatan rasa percaya diri dalam mengelola koperasi, menerapkan strategi pemasaran, dan memanfaatkan platform crowdfunding untuk mendukung operasional koperasi.Pendampingan pasca-pelatihan yang dilakukan secara berkala juga terbukti efektif dalam memastikan bahwa konsep dan strategi yang telah dipelajari dapat diterapkan dengan baik dalam praktik sehari-hari.Pendekatan berbasis masalah yang digunakan dalam program ini terbukti relevan dan efektif dalam mendorong kemandirian koperasi serta meningkatkan optimisme pengurus terhadap keberlanjutan koperasi di masa depan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak jangka panjang dari program penguatan kapabilitas koperasi terhadap keberlanjutan koperasi. Kedua, penelitian dapat fokus pada strategi-strategi inovatif dalam pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan produk berbasis komunitas yang dapat meningkatkan daya saing koperasi di pasar lokal maupun nasional. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki peran dan kontribusi koperasi pesantren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar, serta bagaimana koperasi pesantren dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komunitas. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memperkuat koperasi pesantren dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Read online
File size1.33 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test