UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Civics Education and Social Science Journal (CESSJ)Civics Education and Social Science Journal (CESSJ)

Orientasi pengembangan pendidikan tinggi yang berbasis nilai dan karakter menjadi hal yang mendasar dan berkontribusi secara signifikan bagi kemajuan pembangunan yang berorientasi pada manusia. Sebagai pusat keunggulan bangsa Indonesia, perguruan tinggi dituntut untuk memainkan peran penting dalam membentuk dan mengarahkan karakter generasi bangsa. Perguruan tinggi juga memegang kendali melalui sejumlah kebijakan untuk menerapkan disiplin bagi mahasiswa. Namun, terdapat problem pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persoalan pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani, Papua. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat problem pengembangan disiplin bagi mahasiswa. Ketidakpatuhan terhadap aturan perkuliahan, terlambat mengikuti perkuliahan, terlambat mengumpulkan tugas, menghadiri perkuliahan tidak teratur, belum adanya kode etik dan aturan akademik bagi mahasiswa menghambat penerapan karakter disiplin. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa gambaran pengembangan karakter disiplin mahasiswa masih relatif kurang. Dalam upaya menumbuhkan karakter disiplin mahasiswa, dosen berperan sebagai teladan, menunjukkan ketegasan dan integritas.

Pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani masih mengalami permasalahan serius, seperti ketidakteraturan dalam mengikuti perkuliahan, keterlambatan mengumpulkan tugas, serta tidak adanya kode etik dan aturan akademik yang baku.Dosen memiliki peran krusial dalam membentuk disiplin mahasiswa melalui keteladanan, ketegasan, pemberian reward, pelatihan, dan penanaman nilai secara proporsional.Penerapan disiplin yang konsisten dan adil penting untuk menciptakan lingkungan kampus yang demokratis, tertib, dan kondusif bagi keberhasilan akademik mahasiswa.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas penerapan kode etik mahasiswa yang seragam di perguruan tinggi agama, khususnya di daerah terpencil seperti Papua, untuk melihat bagaimana aturan baku dapat meningkatkan kedisiplinan secara menyeluruh. Kedua, perlu dikaji bagaimana model pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan kondisi lokal dapat meningkatkan motivasi belajar dan kedisiplinan mahasiswa yang sering mengantuk dan kurang fokus selama perkuliahan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran dosen sebagai figur otoritatif dan teladan dalam konteks budaya setempat, untuk memahami bagaimana keteladanan dan integritas dosen secara kultural dapat membentuk karakter disiplin mahasiswa secara lebih efektif. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar kuat bagi kebijakan pengembangan karakter yang berkelanjutan dan kontekstual di perguruan tinggi pedesaan atau terpencil di Indonesia.

Read online
File size258.58 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test