JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Latar belakang: Cakupan pelayanan kunjungan nifas lengkap tahun 2022 di Kepulauan Riau masih terbilang cukup jauh dari target yang dicapai yaitu 90,7%. Kepulauan Riau hanya mencapai target sebesar 78,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Metode: Penelitian menggunakan pendekatan korelasional dengan rancangan cross sectional melibatkan 65 ibu nifas, dengan populasi ibu nifas di Kota Batam tahun 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner yang telah baku. Hasil: Hasil distribusi frekuensi pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas melakukan kunjungan nifas tidak lengkap sebanyak 44 (67,7%), peran bidan cukup 47 (72,3%), dan jarak ke fasilitas kesehatan jauh 33 (50,8%). Analisis menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p value = 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Sebagian besar ibu nifas kunjungan nifas tidak lengkap karena faktor peran bidan cukup dan jarak ke fasilitas kesehatan jauh. Diharapkan ibu nifas melakukan kunjungan nifas lengkap minimal 4 kali untuk mencegah terjadinya komplikasi pada masa nifas.

Sebagian besar ibu nifas tidak melakukan kunjungan nifas lengkap sebanyak 44 orang (67,7%).Sebagian besar ibu nifas menilai peran bidan cukup baik dengan jumlah 47 orang (72,3%) dan memiliki jarak ke fasilitas kesehatan yang jauh sebanyak 33 orang (50,8%).Terdapat hubungan yang signifikan antara peran bidan dan jarak ke fasilitas kesehatan terhadap kunjungan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam tahun 2023, dengan nilai p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh kunjungan rumah oleh bidan terhadap kepatuhan ibu nifas dalam menyelesaikan kunjungan lengkap, terutama bagi ibu yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, untuk melihat apakah pendekatan langsung di rumah lebih efektif dibandingkan kunjungan mandiri ke puskesmas. Kedua, perlu dikaji model transportasi kesehatan gratis atau terjangkau bagi ibu nifas di wilayah kepulauan seperti Batam, untuk mengetahui apakah akses transportasi khusus dapat mengurangi hambatan akibat jarak dan biaya perjalanan. Ketiga, perlu dievaluasi efektivitas pendekatan konseling digital atau telekonseling oleh bidan melalui aplikasi pesan singkat atau panggilan suara, untuk memahami apakah komunikasi jarak jauh dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi ibu nifas dalam melakukan kunjungan sesuai jadwal meskipun bidan tidak bertemu langsung. Ketiga ide ini dapat mengembangkan temuan bahwa peran bidan dan jarak menjadi penghambat utama, serta memperkuat sistem pelayanan nifas yang lebih fleksibel, inklusif, dan responsif terhadap kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat.

  1. THE RELATIONSHIP BETWEEN THE ROLE OF THE MIDWIFE AND DISTANCE TO HEALTH FACILITIES WITH POSTPARTUM VISITS... doi.org/10.30994/jqwh.v7i1.233THE RELATIONSHIP BETWEEN THE ROLE OF THE MIDWIFE AND DISTANCE TO HEALTH FACILITIES WITH POSTPARTUM VISITS doi 10 30994 jqwh v7i1 233
Read online
File size181.7 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test