UBHARAJAYAUBHARAJAYA
Jurnal Hukum SasanaJurnal Hukum SasanaIsu hukum dalam artikel ini berkaitan dengan disharmonisasi pengaturan pemidanaan yang diatur dalam ketentuan Pasal 81 ayat (7) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan ketentuan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dalam ketentuan Pasal 81 ayat (7) UU Perlindungan Anak, secara eksplisit mengatur tentang tindakan kebiri kimia. Norma ini tidak dikenal dalam Pasal 10 KUHP. Pasal 10 KUHP hanya mengenal dua jenis Pemidanaan yakni, pidana pokok dan pidana tambahan. Sedangkan UU Perlindungan anak mengenal pidana dan tindakan. Hanya saja, UU Perlindungan Anak tidak merumuskan secara eksplisit apakah tindakan kebiri kimia dapat dikategorisasi sebagai pidana pokok atau pidana tambahan. Ketidakharmonisan pengaturan di atas menjadi problematik ketika putusan hakim hendak dilaksanakan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian yuridis normatif. Dikaji dalam penelitian ini taraf sinkronisasi hukum secara horizontal, yaitu peraturan perundang-undangan yang sama derajatnya dan mengatur bidang yang sama. Penelitian menemukan bahwa ketentuan Pasal 81 paragraph (7) UU Perlindungan Anak, memodifikasi jenis pemidanaan dengan bentuk saknsi pidana yang disertai dengan tindakan. Penggabungan antara sanksi pidana dan tindakan sebagaimana paradigma pemidanaan yang dikenal dengan double track system yang secara eksplisit sudah diakui dalam UU. Perlindungan Anak dan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dengan pengaturan tersebut, maka diharapkan dapat menjawab semua persoalan yang berkaitan dengan penerapan kebiri kimia di Indonesia, yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan tentang hakikat kebiri kimia apakah sebagai pidana tambahan ataukah sanksi tindakan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksistensi tindakan kebiri kimia dalam UU.Perlindungan Anak telah diakui sebagai bagian dari pemidanaan dengan menggunakan konsep tindakan.Hal ini dibuktikan dengan diaturkannya tindakan kebiri kimia dalam Pasal 81 ayat (7) UU.Perlindungan Anak, yang merupakan pemidanaan jenis baru dalam hukum pidana modern dan berorientasi pada daaddaader strafrecht.Perlindungan Anak memodifikasi jenis pemidanaan yang sebelumnya diatur dalam Pasal 10 KUHP, dengan mengadopsi konsep double track system.Dengan demikian, kebiri kimia merupakan tindakan, bukan pidana tambahan.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas kebiri kimia sebagai bentuk pemidanaan dalam mengurangi residivisme pelaku kekerasan seksual terhadap anak, dengan membandingkan tingkat residivisme sebelum dan sesudah penerapan kebiri kimia. Kedua, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi dampak psikologis dan sosial dari kebiri kimia terhadap pelaku, serta bagaimana dampak tersebut dapat diminimalkan melalui program rehabilitasi yang komprehensif. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada perbandingan penerapan kebiri kimia di Indonesia dengan negara-negara lain yang telah menerapkan kebijakan serupa, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan potensi adaptasi dalam konteks hukum dan budaya Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan praktik hukum yang lebih efektif dan humanis dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak, serta memastikan perlindungan hak-hak korban dan pelaku secara seimbang. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia.
| File size | 430.54 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
4141 Aceh merupakan provinsi di Republik Indonesia, dengan kewenangan otonomi khusus, seperti yang diatur dalam pasal 213, pasal 214, dan pasal 253 ayat 1 Undang-UndangAceh merupakan provinsi di Republik Indonesia, dengan kewenangan otonomi khusus, seperti yang diatur dalam pasal 213, pasal 214, dan pasal 253 ayat 1 Undang-Undang
PUBMEDIAPUBMEDIA Sebagai respons terhadap kasus-kasus ini, Polres Boalemo telah melakukan upaya penegakan hukum melalui tindakan pencegahan, seperti penyuluhan dan sosialisasiSebagai respons terhadap kasus-kasus ini, Polres Boalemo telah melakukan upaya penegakan hukum melalui tindakan pencegahan, seperti penyuluhan dan sosialisasi
UIN SGDUIN SGD Dengan demikian, penelitian ini memberikan perspektif komparatif untuk diskusi global tentang keseimbangan hak anak dengan otonomi institusi pendidikanDengan demikian, penelitian ini memberikan perspektif komparatif untuk diskusi global tentang keseimbangan hak anak dengan otonomi institusi pendidikan
UIN SGDUIN SGD Namun, perbedaan dalam interpretasi kapan kehidupan dimulai dan peran wanita dalam pengambilan keputusan reproduksi sering kali menimbulkan dilema etis,Namun, perbedaan dalam interpretasi kapan kehidupan dimulai dan peran wanita dalam pengambilan keputusan reproduksi sering kali menimbulkan dilema etis,
ITSITS Hasil menunjukkan bahwa teknik yang diusulkan outperforms algoritma yang sudah ada seperti Nearest Neighbor (NN), k-Nearest Neighbor (kNN), dan WeightedHasil menunjukkan bahwa teknik yang diusulkan outperforms algoritma yang sudah ada seperti Nearest Neighbor (NN), k-Nearest Neighbor (kNN), dan Weighted
UINSAUINSA Selama pandemi COVID-19, angka pernikahan anak meningkat, dan pasca-pandemi kondisi ini tidak banyak berubah. Fenomena pernikahan anak di Desa Pagelaran,Selama pandemi COVID-19, angka pernikahan anak meningkat, dan pasca-pandemi kondisi ini tidak banyak berubah. Fenomena pernikahan anak di Desa Pagelaran,
UNIVEDUNIVED Komodifikasi hadir untuk menjelaskan bagaimana pemodal (konten kreator) mengolah tayangannya untuk menghasilkan keuntungan materil.membuat tayangan bermuatanKomodifikasi hadir untuk menjelaskan bagaimana pemodal (konten kreator) mengolah tayangannya untuk menghasilkan keuntungan materil.membuat tayangan bermuatan
UNNESUNNES Namun tidak semua seorang anak dapat mewujudkannya terutama anak-anak yang terhalang oleh perekonomian keluarga. Ikut menjadi tulang punggung keluarga,Namun tidak semua seorang anak dapat mewujudkannya terutama anak-anak yang terhalang oleh perekonomian keluarga. Ikut menjadi tulang punggung keluarga,
Useful /
ITSITS Loan Origination System diharapkan dapat menangani proses aplikasi pinjaman dari awal hingga akhir, termasuk verifikasi kredit, analisis risiko, manajemenLoan Origination System diharapkan dapat menangani proses aplikasi pinjaman dari awal hingga akhir, termasuk verifikasi kredit, analisis risiko, manajemen
NURUL FIKRINURUL FIKRI Penelitian ini mengikuti proses lima langkah: berempati, mendefinisikan, membuat ide, membuat prototipe, dan menguji. Selama fase empati, kuesioner digunakanPenelitian ini mengikuti proses lima langkah: berempati, mendefinisikan, membuat ide, membuat prototipe, dan menguji. Selama fase empati, kuesioner digunakan
UNIBIUNIBI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pelaporan keuangan yang berkualitas terhadap pembuatan keputusan dari industri perhotelanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pelaporan keuangan yang berkualitas terhadap pembuatan keputusan dari industri perhotelan
UNIBIUNIBI Hal ini dikarenakan free cash flow merupakan determinan penting dalam penentuan nilai perusahaan, sehingga manajer perusahaan lebih terfokus pada usahaHal ini dikarenakan free cash flow merupakan determinan penting dalam penentuan nilai perusahaan, sehingga manajer perusahaan lebih terfokus pada usaha