Tel-UTel-U

JURNAL RUPAJURNAL RUPA

Penelitian ini mengilustrasikan proses penciptaan karya seni Material Ethics oleh Angki Purbandono, sebuah seri yang dibuat selama masa penahanannya pada tahun 2012. Angki Purbandono adalah seniman Indonesia terkemuka yang aktif berpartisipasi dalam kancah seni kontemporer Indonesia sejak tahun 1999. Ia terkenal karena menerapkan teknik scanography dalam karya fotografinya, termasuk seri Material Ethics. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif interdisipliner, dalam ranah seni dan studi sosial. Kajian pustaka dan wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data. Penelitian ini didasarkan pada teori postmodernisme, khususnya konsep narasi Lyotard, dan teori Estetika Karceral. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa seri Material Ethics menunjukkan kecenderungan postmodernisme melalui implementasi teknik bricolage, memperkuat gagasan narasi kecil yang diungkapkan oleh Lyotard, dan dari perspektif Estetika Karceral, karya ini menunjukkan kecenderungan memori karceral.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya Material Ethics menunjukkan kecenderungan estetika postmodern dan estetika karceral.Pemanfaatan teknik bricolage dan objek sehari-hari menciptakan tafsir yang terbuka dan menjadi arsip memori penjara.Karya ini juga merepresentasikan perspektif pihak pertama mengenai penjara dan berupaya mendisrupsi narasi besar tentang institusi penjara.Penelitian, pengarsipan, dan akses terhadap seni rupa dari penjara perlu ditingkatkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji dampak program seni penjara terhadap rehabilitasi dan resosialisasi narapidana, dengan fokus pada bagaimana seni dapat menjadi media ekspresi dan penyembuhan trauma. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan praktik seni di penjara Indonesia dengan negara lain, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang serupa. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada peran kuratorial dan apresiasi publik terhadap karya seni dari penjara, untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi stigma terhadap narapidana. Penelitian-penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kualitatif yang mendalam, seperti wawancara mendalam dengan narapidana, petugas penjara, seniman, dan kurator, serta analisis visual dan tekstual terhadap karya seni yang dihasilkan. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang seni penjara sebagai fenomena sosial dan budaya yang kompleks, serta potensi transformatifnya bagi individu dan masyarakat.

  1. Angki Purbandono dalam Karya Material Ethics: Narasi Kecil dan Estetika Seni Penjara | JURNAL RUPA. angki... doi.org/10.25124/rupa.v8i1.5940Angki Purbandono dalam Karya Material Ethics Narasi Kecil dan Estetika Seni Penjara JURNAL RUPA angki doi 10 25124 rupa v8i1 5940
Read online
File size678.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test