PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Seni karawitan Bali merupakan warisan budaya turun-temurun yang selalu berpegang teguh pada tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan seni karawitan Bali dalam ranah kajian estetika postmodern, sebuah disiplin ilmu yang berkembang pesat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi pustaka, dan pengalaman penulis sebagai pelaku seni karawitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir telah terjadi perubahan fundamental dalam proses penciptaan karya baru karawitan Bali, dari berbasis tradisi menjadi kontemporer, postmodern, atau seni masa kini. Fenomena ini disebabkan oleh perubahan pola pikir seniman yang ingin mengikuti perkembangan zaman. Idiom-idiom estetika postmodern yang ditemukan dalam proses penciptaan karya baru karawitan Bali antara lain Pastiche, Parody, Kitsch, Camp, dan Schizophrenia. Kemunculan idiom-idiom tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan akan nilai-nilai keindahan dan mencapai nilai-nilai intrinsik seni untuk mencapai kesempurnaan sebagai manusia.

Perkembangan modernisasi telah memengaruhi pola pikir masyarakat dan nilai-nilai tradisional Bali, termasuk dalam seni karawitan.Perubahan ini memunculkan wacana baru, yaitu postmodernisme, yang memengaruhi penciptaan karya seni.Penelitian ini mengidentifikasi idiom-idiom estetika postmodern seperti Pastiche, Parody, Kitsch, Camp, dan Schizophrenia dalam karya karawitan Bali.Dengan demikian, seni karawitan Bali terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman, sambil tetap mempertahankan akar tradisinya.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana idiom-idiom estetika postmodern berinteraksi dengan nilai-nilai spiritual dan filosofis dalam agama Hindu di Bali, serta bagaimana interaksi ini memengaruhi makna dan fungsi seni karawitan dalam konteks ritual dan keagamaan. Kedua, penelitian komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan perkembangan estetika postmodern dalam karawitan Bali dengan perkembangan serupa dalam seni tradisional lainnya di Indonesia atau di negara-negara lain, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ketiga, penelitian yang berfokus pada dampak komersialisasi dan globalisasi terhadap seni karawitan Bali dapat dilakukan, dengan meneliti bagaimana seniman karawitan Bali merespons tekanan pasar dan bagaimana mereka mempertahankan identitas budaya mereka dalam era global. Penelitian ini dapat menggunakan metode etnografi dan wawancara mendalam untuk memahami perspektif seniman dan masyarakat setempat. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika perkembangan seni karawitan Bali dalam konteks perubahan sosial, budaya, dan spiritual.

Read online
File size339.45 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test