LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Pada pembubutan konvensional, biasanya digunakan media pendingin oli yang banyak mengandung senyawa berbahaya, maka dari itu ada salah satu alternatif berupa media pendingin menggunakan kecepatan udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variasi kecepatan udara dan kedalaman potong (depth of cut) terhadap kekasaran permukaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan studi eksperimen pada pembubutan pada baja ST 41. Nilai kekasaran permukaan diperoleh dari hasil pengujian kekasaran permukaan yang terbesar terdapat pada tanpa perlakuan dengan kedalaman potong 1 mm sebesar 8,307 Ra dan untuk yang paling kecil terdapat pada kecepatan udara 9 m/s dengan kedalaman potong 0,5 mm sebesar 3,307 Ra. Dari hasil pengukuran kekasaran permukaan didapatkan bahwa semakin besar kedalaman potong maka nilai kekasaran permukaan semakin kasar dan begitu pula sebaliknya. Di sisi lain dengan fluktuasi kecepatan udara, semakin tinggi kecepatan udara, maka nilai kekasaran permukaan semakin halus dan begitu pula sebaliknya.

Semakin besar kedalaman potong, nilai kekasaran permukaan pada baja ST 41 semakin tinggi.Sebaliknya, semakin tinggi kecepatan udara, nilai kekasaran permukaan semakin rendah.Tidak adanya pendinginan menyebabkan peningkatan signifikan pada kekasaran permukaan hasil pembubutan.

Pertama, perlu diteliti pengaruh variasi kecepatan udara yang lebih luas dengan rentang lebih tinggi dari 9 m/s untuk melihat batas optimal peningkatan kehalusan permukaan pada baja ST 41. Kedua, penting untuk menguji kombinasi antara kecepatan udara dan parameter pemotongan lain seperti kecepatan spindle dan laju pemakanan secara simultan guna memahami interaksi kompleks yang memengaruhi kualitas permukaan. Ketiga, perlu dikaji dampak penggunaan udara bertekanan terhadap keausan pahat secara jangka panjang untuk menilai efisiensi dan kelayakan metode ini secara ekonomis dalam produksi industri. Penelitian-penelitian ini dapat memperkaya pemahaman tentang mekanisme pendinginan udara dan membuka arah baru dalam pengembangan proses permesinan ramah lingkungan yang tetap menjaga kualitas produk. Dengan demikian, inovasi dalam sistem pendingin tanpa cairan dapat dikembangkan lebih lanjut berdasarkan data empiris yang lebih komprehensif. Selain itu, hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk merancang sistem pendingin udara otomatis yang menyesuaikan parameter secara dinamis. Studi lanjutan juga perlu mengevaluasi suhu daerah pemotongan secara langsung untuk memverifikasi efek pendinginan. Hal ini penting untuk memahami hubungan antara gradien suhu dan kekasaran mikro permukaan. Dengan pendekatan sistematis terhadap variabel proses, metode ini dapat dioptimalkan untuk berbagai jenis material logam. Maka dari itu, diperlukan eksperimen terstruktur yang mengintegrasikan analisis termal, kinetika pemotongan, dan karakterisasi permukaan.

  1. Air-Cooling Used For Metal Cutting | American Journal of Applied Sciences | Science Publications. air... thescipub.com/abstract/ajassp.2009.251.262Air Cooling Used For Metal Cutting American Journal of Applied Sciences Science Publications air thescipub abstract ajassp 2009 251 262
  2. SJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik Mesin. penentuan optimasi parameter permesinan kekasaran baja st hasil... doi.org/10.20527/sjmekinematika.v2i2.40SJME KINEMATIKA Jurnal Teknik Mesin penentuan optimasi parameter permesinan kekasaran baja st hasil doi 10 20527 sjmekinematika v2i2 40
  3. Pengaruh Variasi Kecepatan Udara dan Depth of Cut terhadap Kekasaran Permukaan pada Baja St 41 | Buletin... doi.org/10.20527/bpi.v6i3.189Pengaruh Variasi Kecepatan Udara dan Depth of Cut terhadap Kekasaran Permukaan pada Baja St 41 Buletin doi 10 20527 bpi v6i3 189
Read online
File size389.25 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test