POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Jurnal Rekam Medis dan Informasi KesehatanJurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI (2008) mengenai SPM RS, waktu penyediaan RM pasien rawat jalan adalah kurang dari 10 menit. Namun, pada kenyataannya lama waktu pendistribusian RM rawat jalan sering melebihi batas yang ditentukan. Hal tersebut dapat mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan petugas terhadap pelayanan RM, khususnya dalam layanan penyediaan RM rawat jalan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kepuasan petugas poli rawat jalan terkait layanan penyediaan RM rawat jalan di RSUD Majalengka pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif cross-sectional, total sampel sebanyak 40 petugas poli rawat jalan. Mayoritas jawaban responden pada tingkat kenyataan dan harapan adalah setuju dan sangat setuju. Nilai kesenjangan atau gap antara harapan dan kenyataan adalah: dimensi reliability (-0,95); responsiveness (-0,91); assurance (-0,62); empathy (-0,63); dan tangibles (-0,72). Sedangkan nilai kepuasan petugas poli rawat jalan terhadap layanan penyediaan RM rawat jalan berdasarkan metode CSI (Customer Satisfaction Index) adalah: dimensi reliability (76,18%); responsiveness (77,81%); assurance (79,84%); empathy (80,86%); dan tangibles (78,20%). Gambaran umum kinerja layanan penyediaan RM rawat jalan dapat dikatakan sudah baik. Nilai kesenjangan atau gap untuk semua dimensi kualitas layanan bernilai negatif. Tingkat kepuasan petugas poli rawat jalan terhadap layanan penyediaan RM rawat jalan untuk lima dimensi kualitas layanan berdasarkan metode CSI (Customer Satisfaction Index) diinterpretasikan semua puas.

Gambaran umum kinerja layanan penyediaan RM rawat jalan di RSUD Majalengka pada tahun 2024 dapat dikatakan sudah baik (puas).Nilai gap antara harapan dan kenyataan untuk semua dimensi kualitas layanan bernilai negatif, menunjukkan bahwa layanan penyediaan RM rawat jalan masih belum sepenuhnya memuaskan.Tingkat kepuasan petugas poli rawat jalan terhadap layanan penyediaan RM rawat jalan berdasarkan metode CSI diinterpretasikan semua puas, dengan nilai kepuasan tertinggi pada dimensi empathy (80,86%) dan terendah pada dimensi reliability (76,18%).

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi distribusi rekam medis, seperti pengembangan sistem digital yang terintegrasi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh pelatihan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kualitas layanan petugas rekam medis. Terakhir, penelitian dapat mengkaji peran komunikasi lintas fungsi antara petugas layanan klinis dan rekam medis dalam mempercepat proses penyediaan RM rawat jalan.

  1. #pasien rawat jalan#pasien rawat jalan
  2. #pasien bpjs#pasien bpjs
Read online
File size235.15 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2c0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test