PHBPHB
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)Kegagalan tumbuh pada balita mengakibatkan stunting. Salah satu faktor penyumbangnya adalah tidak terpenuhinya kebutuhan gizi. Balita cenderung mengonsumsi makanan ringan (snack) dengan kandungan gizi rendah, dan kandungan gula membuat anak merasa kenyang, sehingga mengurangi porsi makanan utama yang mengandung nilai gizi seimbang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara frekuensi konsumsi makanan ringan dengan kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah observasi dengan desain lintas‑seksi. Populasi terdiri dari 232 orang, dengan sampel 70 ibu balita stunting yang dipilih secara Simple Random Sampling. Instrumen berupa kuesioner dan analisis menggunakan uji Spearman Rank dengan hasil (ρ = 0,000 < 0,05) menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi konsumsi snack dengan kejadian stunting. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi konsumsi snack dan kejadian stunting; balita yang terlalu sering mengonsumsi snack berisiko mengalami stunting. Berdasarkan temuan, disarankan agar snack diberikan dua jam sebelum makan utama untuk membantu mengatasi masalah tersebut.
Berbasis temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa mayoritas balita berusia 24‑59 bulan sering mengonsumsi makanan ringan, mayoritas kasus stunting berada pada kategori pendek, dan terdapat korelasi antara keduanya.Hasil penelitian ini dapat dipertimbangkan dalam penyediaan makanan bagi anak untuk mencegah stunting dengan memberikan snack dua jam sebelum jadwal makan utama.
Penelitian ini membuka peluang untuk menggali faktor‑faktor lain yang memengaruhi stunting pada balita. Pertama, bagaimana pola makan keluarga, termasuk frekuensi dan jenis makanan tambahan selain snack, berhubungan dengan tingkat kejadian stunting pada balita usia 24‑59 bulan di wilayah Bendo? Kedua, apakah tingkat pengetahuan dan sikap ibu mengenai nilai gizi snack dapat memodifikasi hubungan antara konsumsi snack dan stunting, sehingga intervensi edukasi dapat mengurangi risiko stunting? Ketiga, sejauh mana faktor sosio‑ekonomi, khususnya pendapatan rumah tangga dan tingkat pendidikan orang tua, memediasi pengaruh konsumsi snack terhadap status gizi balita, dan apakah program bantuan pangan yang terintegrasi dapat menurunkan prevalensi stunting? Dengan mengidentifikasi variabel-variabel tersebut, dapat dikembangkan model intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif. Penelitian‑penelitian tersebut diharapkan dapat melengkapi temuan sebelumnya yang hanya menilai frekuensi snack, serta memberikan dasar kebijakan yang lebih holistik dalam upaya pencegahan stunting.
- PRAKTIK PEMBERIAN MPASI (MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU) PADA ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA... doi.org/10.14710/jnc.v7i2.20822PRAKTIK PEMBERIAN MPASI MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU PADA ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA doi 10 14710 jnc v7i2 20822
- Frekuensi konsumsi makanan instan dan stunting pada anak usia 6-23 bulan | Manalu | Jurnal Gizi Klinik... journal.ugm.ac.id/jgki/article/view/85169Frekuensi konsumsi makanan instan dan stunting pada anak usia 6 23 bulan Manalu Jurnal Gizi Klinik journal ugm ac jgki article view 85169
- Irregular dietary habits as a predictor of stunting.... irregular dietary habits predictor stunting personal... reference-global.com/article/10.2478/fon-2024-0002Irregular dietary habits as a predictor of stunting irregular dietary habits predictor stunting personal reference global article 10 2478 fon 2024 0002
| File size | 424.58 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi (93,33%), sementara uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pada disiplin (dari 42,95Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi (93,33%), sementara uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pada disiplin (dari 42,95
POLKESBANPOLKESBAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa personalisasi pesan, kepercayaan pada institusi layanan kesehatan, kepatuhan pasien, dan perilaku digital adalah faktorPenelitian ini menyimpulkan bahwa personalisasi pesan, kepercayaan pada institusi layanan kesehatan, kepatuhan pasien, dan perilaku digital adalah faktor
UMSIDAUMSIDA Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua aliran dalam struktur rantai pasok biji kopi robusta, yaitu aliran pertama dimulai dari petani, KSU Buah Ketakasi,Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua aliran dalam struktur rantai pasok biji kopi robusta, yaitu aliran pertama dimulai dari petani, KSU Buah Ketakasi,
UNRAMUNRAM Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem digital yang dikembangkan dapat menggantikan pencatatan manual, mempercepat proses presensi balita, dan mempermudahHasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem digital yang dikembangkan dapat menggantikan pencatatan manual, mempercepat proses presensi balita, dan mempermudah
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Hasil kajian menunjukkan dominasi indikator kuantitatif yang mudah dihitung, seperti jam pelatihan, Community Satisfaction Index, Social Return on Investment,Hasil kajian menunjukkan dominasi indikator kuantitatif yang mudah dihitung, seperti jam pelatihan, Community Satisfaction Index, Social Return on Investment,
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Tinjauan Pustaka Sistematis ini mengkaji dampak kualitas Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) terhadap kinerja individu dan Kesesuaian Pribadi-JabatanTinjauan Pustaka Sistematis ini mengkaji dampak kualitas Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) terhadap kinerja individu dan Kesesuaian Pribadi-Jabatan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Faktor-faktor ini berdampak pada kinerja keuangan perusahaan, sehingga penting untuk memahami elemen-elemen yang memengaruhi profitabilitas dan daya tarikFaktor-faktor ini berdampak pada kinerja keuangan perusahaan, sehingga penting untuk memahami elemen-elemen yang memengaruhi profitabilitas dan daya tarik
UNARUNAR Namun, keberhasilan implementasi RME tidak hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan juga oleh kesiapan tenaga kesehatan sebagai pengguna utama. PenelitianNamun, keberhasilan implementasi RME tidak hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan juga oleh kesiapan tenaga kesehatan sebagai pengguna utama. Penelitian
Useful /
UMSIDAUMSIDA Sedangkan nilai gizi dianalisis berdasarkan kandungan air, abu, protein, dan lemak dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantianSedangkan nilai gizi dianalisis berdasarkan kandungan air, abu, protein, dan lemak dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian
IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL Temuan ini mengonfirmasi bahwa literasi media bukan hanya pengetahuan teoretis, tetapi juga kompetensi fundamental yang diperlukan untuk memperkuat ketahananTemuan ini mengonfirmasi bahwa literasi media bukan hanya pengetahuan teoretis, tetapi juga kompetensi fundamental yang diperlukan untuk memperkuat ketahanan
IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL Analisis tema mengungkap lima tema utama: (1) Konstruksi Pengetahuan dan Pengembangan Kompetensi Digital, (2) Pembentukan Kesadaran Kritis, (3) JaringanAnalisis tema mengungkap lima tema utama: (1) Konstruksi Pengetahuan dan Pengembangan Kompetensi Digital, (2) Pembentukan Kesadaran Kritis, (3) Jaringan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 13; taste 4. 13; and overall acceptance 4. 10. The nutritional content per 100 g of P2 included 13.11 g of protein, 16,926.59 ppm of calcium, and 46. 713; taste 4. 13; and overall acceptance 4. 10. The nutritional content per 100 g of P2 included 13.11 g of protein, 16,926.59 ppm of calcium, and 46. 7