UBHUBH

JURNAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANJURNAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial dalam novel Rindu karya Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan berupa kata-kata dan dialog yang berkaitan dengan realitas sosial dalam novel Rindu karya Tere Liye. Objek penelitian adalah novel Rindu karya Tere Liye ditinjau dari segi sosiologi sastra terkait realitas sosial. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data meliputi: (1) membaca dan memahami novel Rindu karya Tere Liye, (2) mencatat seluruh data yang terkait dengan permasalahan penelitian, dan (3) mengklasifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas sosial masyarakat Indonesia dalam novel Rindu karya Tere Liye mencakup: (1) interaksi sosial, (2) nilai dan norma sosial, (3) stratifikasi sosial, (4) status sosial, (5) kebudayaan, (6) peran sosial, dan (7) perubahan sosial. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa gambaran hubungan sosial dalam novel Rindu karya Tere Liye yang berlatar masa kolonial sangat dekat dengan kondisi masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa gambaran realitas sosial masyarakat dalam novel Rindu karya Tere Liye yang berlatar masa penjajahan Belanda sangat mirip dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa itu.Novel ini merefleksikan berbagai aspek kehidupan sosial seperti interaksi antarindividu, stratifikasi sosial, nilai dan norma, serta perubahan sosial.Dengan demikian, novel Rindu tidak hanya sebagai karya fiksi, tetapi juga sebagai cerminan sejarah dan realitas sosial masyarakat Indonesia masa kolonial.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji bagaimana representasi perempuan dalam novel Rindu dan peran mereka dalam struktur sosial masa kolonial, mengingat tokoh perempuan seperti Bonda Upe menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Kedua, perlu dikaji pula bagaimana penggunaan kapal sebagai ruang sosial mikro menjadi simbol dari masyarakat Indonesia yang multikultural, serta bagaimana dinamika komunikasi antaretinis berlangsung dalam ruang terbatas tersebut. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi dampak trauma historis terhadap identitas tokoh-tokoh utama, khususnya dalam hubungan antargenerasi seperti antara Daeng Andipati dan anaknya, sebagai cerminan ketegangan sosial akibat penjajahan. Penelitian-penelitian ini akan memperdalam pemahaman tentang dimensi sosial dan psikologis dalam karya sastra yang berlatar sejarah, serta memperkaya analisis sosiologi sastra di Indonesia.

Read online
File size39.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test